Oleh : Firdaus bin Musa ditulis 17 / 06/ 2011
Assalamu’alaikum
wb
KKN (Kuliah Kerja Nyata)
terdengar wacana dikampus IAIN imam bonjol padang bahwa KKN akan dihapuskan,
saya tidak tahu pasti KKN yang mana yang dimaksud, KKN, korupsi, kolusi dan
nepotisme (kalau itu saya setuju banget)
atau KKN, Kuliah Kerja Nyata, sedang KKN
tahun ini (2011) terdengar kabar tidak masuk dalam SKS, padahal sebelumnya KKN bagian
dari nilai SKS.
Namun harap saya secara
pribadi, hal ini janganlah sampai
terjadi masalahnya masyarakat
masih sangat membutuhkan akan keberadaan mahasiswa dtengah masyarakat, apalagi
dibulan ramadhan terlepas dari khasus adanya mahasiswa yang tidak pandai
ceramah dan jadi imam atau sekedar berdiri dihadapan masyarakat. (sebab hanya
segelintir orang yang mencoreng wajah IAIN, saya harap anda tidak termasuk
diantaranya)
Meskipun demikian saya yang telah mengikuti KKN tahun
2010 tepatnya disangir, Solok Selatan, Jorong sungai aro akan memberikan
pengalaman banyak sedikitnya guna untuk menjadi acuan banyak sedikitnya.
Sesungguhnya benar juga
apa yang dikatakan oleh beberapa dosen selama saya kuliah, setiap yang akan
kita laksanakan itu musti ada persiapan dan perencanaan, kkn itu diantara
persiapannya ialah mengikuti pelatihan atau pembekalan dari pihak institut
tempat mahasiwa berada, namun ada juga apa yang diterangkan disana tidak kita
temui ditengah masyarakat bahakan bertolak belakang, namun saya tidak akan
mengemukakan dimana yang bertolak belakng itu.
Perbekalan sudah,
sekarang yang musti diketahui adalah kita melihat kelapangan tempat yang akan
kita jadikan objek penimba pengalaman (lokasi kkn), yang perlu ditanyakan
adalah apa saja kegiatan mingguan masyarakat, dan pemuda yang sifatnya bersama, karena dari kegiatan
itu kita bisa masuk untuk menjadi bagian dari masyarakat dalam rangka
mensosialisakan program kita, kita musti pandai mengambil hati masyarakat
dengan memberikan ide2 cemerlang yang bisa bermanfaat bagi perekonomian, disini
bukan berarti kita mengajak mereka kesawah, tapi bagaimana kita mengubah pola
pikir masyarakat yang tadinya bekerja motivasinya hanya memperoleh uang saja
semata, sekarang dikatakan bagaimana hasil yang kita peroleh selain maksimal untuk
duniawi tapi juga menjadi bekal untuk menghadap allah, maka sampaikan pesan2
islami dan motivasi dengan hikmah dan bijaksana (jangan terkesan menggurui)
Dalam menggaet pemuda,
sediakan waktu tiga atau empat hari untuk mencari anggota (pemuda-pemudi tempat
kita akan bergaul) dalam rangka bagaimana ia bisa menjadi bagian untuk
menjalankan progran kita, hendaknya ada dalam pikiran kita, tidak akan keluar
rumah (posko) melainkan ada yang akan dikerjakan, dibawa atau disampaikan
kemasyarakat, kalau keluar posko hanya untuk memamerkan diri lebih baik jangan
pergi ber kkn, sebab masyarakat minang kabau masih punya peradaban yang tinggi,
setiap sikap mahasiswa islami selalu diawasi, jangan sampai satu yang berbuat
salah, yang lain ikut tercemar namanya, tidak jarang satu orang yang berbuat kesalahan yang
bertentangan dengan nilai-nilai atau kebiasaan yang mereka pakai, merekapun
akan memvonis mahasiswa yang berasal dari institut atau perguruan tinggi yang
sama, sama saja semuanya.
Dalam membuat program
usahakan yang berkesan secara fisik ada kita berikan, dan jangan terlalu banyak
memungut dana dari masyarakat jika kita belum mensosialisasikan program
kemasyarakat, sebab saya waktu KBM (kemah bakti mahasiswa) ada pengaduan
masyarakt bahwa ada mahasiswa yang terkesan memaksa meminta bantuan
kemasyarakat, itu dilakukan oleh mahasiswa melalui murid TPA, karena itu
membuat program itu diperhitungkan uang masuk dan keluarnya, jangan kasus yang
sama terjadi. Dan sekali-kali kita jangan mencerca apa yang diberikan oleh
masyarakt ditempat, bagaimanapun keadaanya, sebab memang itu yang baru bisa ia
berikan dan sejauh itu ilmunya (menganggap kita serba kurang), disini perlunya
kesabaran dan sikap fositif thinking
Masyarakat itu sensitif
sekali dengan kata-kata, dan prilaku kita, karena dikampus kita terbiasa
berkata-kata ceplas-ceplos maka dimasyarakat coba jangan dipakai lagi, memang
terkesan kita munafik atau terkekang dengan keadaan, namun ini semua dalam rangka
mendidik kita bisa menjadi bagian dari masyarakat tempat kita KKN, adanya
mahasiswa yang sakit ditempat KKN, jangan terlalu cepat ambil kesimpulan
dianggap karena diguna-guna, atau di racuni oleh masyarakat setempat,
masalahnya bisa jadi kita belum membawa fisik dan mental yang kuat kesana.
Kalaupun benar adanya ada, hal itu tidak terlepas karena kita mungkin telah
menyakiti perasaan masyarakat tersebut, jadi cobalah menjaga tingkah dan kata2
dengan sebaik2 mungkin, berikan pesan islami dari sikap dan tutur kata kita,
agar setelah kita pergi, nama insitut dan pribadi kita di ingat selalu.
Khusus
bagi wanita saya ingatkan tidak mengapa banyak di posko ketika aktivitas atau
program tidak ada diluar, kecuali jika ada yang akan kita lakukan, dan jangan
bergoncengan antara laki-laki dan perempuan karena hal itu akan terkesan buruk
dimata masyarakat, kalau ingin keluar hal itu membutuhkan laki2 dan
perempuan (mahasiswa/mahasiswi)
sebaiknya pakai dua motor, kalau saya untuk menolaknya, saya bilang saja belum
begitu bisa bawa motor.
Biasanya
dimasyarakat akan kita saksikan mereka siangnya tidak banyak terlihat, sebab
siangnya mereka bekerja, pada malam
harinya baru kita bisa memberikan pesan2 islam pada mereka, dan untuk mendapat
perhatian masyarakat, sebelum asyar kita sudah masak diposko, sedang setelah
asyar sampai dekat2 akan makan sore (15 menit menjelang waktu magrib) kita coba
keluar posko guna mencari celah untuk berteman dengan masyarakat, seperti
kewarung jualan makanan (kalau saya ditempat jual pabukoaan) atau digalanggang
(perkumpulan pemuda / pemudi) disitu kita akan bertambah akrab dengan
masyarakat, jurus 3 S jangan lupa dipakai (sapa, senyum, dan salam) jangan
sampai kita dicat sebagai mahasiswa sombong, memang akan membuat kita capek
atau gerah namun ini dalam rangka merubah karakter individualis kita selama
dikampus.
Hal
terpenting yang tidak boleh kita lupakan adalah mengetahui orang2 yang
didahlukan selangkah masyarakat (kepala jorong, niniak mamak, tokoh maysrakat,
ketua pemuda, dan bundo kanduang dll) setiap apapun yang akan kita buat dibawa
ikut serta meeka, meskipun hanya sekedar minta izin atau memberi tahukan. Itu
terkait dengan masyarakat ditempat kita KKN
PESAN
UNTUK SESAMA KELOMPOK (Pesan Intern)
Sekarang
yang sangat besar pengaruh berhasil atau tidaknya ditengah masyarakat adalah kekompakan
kita sesama anggota KKN, tidak kompaknya kita, tidak menjalankan kesepakatan2
(tanggung jawab) yang telah diberikan oleh ketua kelompok berdasarkan
musyawarah, akan membawa petaka buat keberhasilan kita dimasyarakat, maka hal
sekecil apapun jangan disembunyikan atau dibicarakan dibelakang teman, karena
itu tiap sore atau menjelang tidur (kalau kami dulu sesudah sholat tarwih)
selalu mengevaluasi kagiatan dan mengemukakan uneg2 yang terjadi dalam intern,
jangan sampai ketidak kompakan kita tersebar ketelinga masyarakat, dan
anggaplah setiap aktivitas kita itu demi menggapai ridho allah, jangan kita
menganggap tugas yang sudah dibebankan pada paada kita terlalu berat, sedang
terhadap teman mentang telah diberikan pula tanggung kawab kemudian kita
biarkan saja ia mengerjakan sendiri, kalau kita memang bisa membantu, maka
bantulah, saya yakin anda akan menganggap tentu akan enak baginya (teman
tersebut) sekali lagi ini demi menjaga kekompakan kita dan ridho allah swt,
usahakan masing2 anggota tidak ada yang tidak tampil didepan masyarakat
(ceramah, protokol, dan panitia kegiatan), hal itu akan memicu pertanyaan
masyarakat, bahawa anda adalah mahasiswa pemalas
Disini
saya kemukakan yang akan menyebabkan kita renggang antar anggota
1.
Ketua
tidak menjadi penengah dalam menyelesaikan persoalan (tidak adil) hal ini akan
membuat anggotanya membangkang.
2.
Setiap
kegiatan tidak terlebih dahulu dimusyawarahkan (ketua diktator), anggota
membuat rencana2 yang diluar kesepakatan bersama (jangan demi perhatian
masyarakat lalu kita buat inisiatif sendiri, okelah kalau berhasil dan
terlaksana dengan baik, namun jika menghadapi yang membuat tercemar anggota
lain akan membahayakan bagi kinerja selanjutnya)
3.
Keluarnya
anggota posko tidak minta izin kepada ketua kelompok.
4.
Saling
mengklaim diri kita yang banyak berbuat, sedang yang lain banyak tidur.
5.
Memasak
tidak saling kerja sama
6.
Membeli
sesuatu tidak minta izin dulu pada
anggota yng lain, padahal uang yang dipakai uang kelompok
7.
Adanya
hal2 ganjil dilakukan dalam anggota (berdua an lawan jenis, tanpa ada yang lain
sedang teman yang lain sudah sering kali mengingatkan nanti dilihat masyarakat
/ pacaran / cinta lokasi ) meskipun cinta nyetmo
8.
Terlalu
lahapnya makan atau memakai milik bersama sehingga jatah teman ikut di embat.
9.
Perlu
saya ingatkan bagi bendahara hendaknya hati2 menaruh uang, pengalaman saya
bendahara kehilangan uang kelompok,
menaruh curiga pada anggota lain hal ini juga memicu keretakan dalam
kelompok.
10. Perhitungkan pengeluaran uang kelompok,
jangan sampai boros atau terlalu pelit.
11. Dan diskusikan, kalau ada masyarakat
yang memberikan uang saku kepada anggota apakah uangnya untuk kelompok atau
individu, kalau saya uang dari hasil ceramah, mengisi pengajian majelis taklim
diperuntukkan atas nama kelompok, sedang atas nama pribadi jika kita diajak
mendoa kemudian diberikan sedekah baru atas nama pribadi, dan bendahara
hendaknya mencatat secara detail pengeluaran uang agar tidak menjadi polemik
ketika di hitung dalam pembukuan nantinya, khusus bagi sekretaris setiap
harinya diminta pada masing2 anggota apa saja kegiatan yang sudah
dilakukannnya, sebab ada kegiatan individu dan ada kegiatan kegiatan bersama
yang akan dilaporkan ke pengawas lapangan nantinya.
Masih
banyak hal lain, namun intinya permasalahan internal sebaiknya cepat diselesaikan,
dan jangan di diamkan atau disebarkan kemana2, berterus teranglah serta
bertanggung jawab terhadap tugas masing2.
Untuk mendapatkan ide2 kreatif sekali-kali ketua
pergi ke kelompok lain, untuk mendapatkan ide2 disana.
Bagi masing2 individu hendaknya telah membekali
bahan ceramah minimal tiga judul, jika butuh banyak penceramah maka buat
kesepakatan dengan kelompok lain untuk saling tukar anggota dalam mengisi
pengajian.