Pages

Senin, 19 Agustus 2013

Wanag Lubuk Malako ke Istana Negara Terpilih Sebagai Duta Keluarga Sakinah

Padang Ekspres • Rabu, 24/07/2013 14:01 WIB • Ardi Tono • 329 klik
Wali Nagari Lubukmalako Rustam (tengah)
Siapa bilang orang kam­pung tak bisa berprestasi dan bisa menginjakan kakinya ke Istana Negara di Jakarta? Pertanyaan itu terbantahkan dengan suksesnya putra asli Lubuk Malako yang didapuk mewakili Sumatera Barat ke Istana karena terpilih sebagai keluarga Sakinah Sumatera Barat. Berikut laporannya.

H.Rustam Sangir,BA W­a­­li Nagari Lubuk Malako, Keca­matan Sangir Jujuan Solok Selatan akhirnya diundang ke Istana Negara RI, karena terpilih sebagai duta Keluarga Sakinah setelah menyingkirkan puluhan peserta keluarga sakinah di 19 Kota/Kabupaten se Sumbar. Dengan riwayat pendidikan di SD Lubuk Malako tamat tahun 1965, MTs.AIN tahun 1970 dan kuliah di IAIN Imam Bonjol Padang diwisuda tahun 1976.

Wali Nagari yang ulet, arif dan bijaksana itu, dua kali se­ta­hun selalu memperoleh berbagai peng­hargaan. Baik ditingkat Ke­ca­matan, Kabupaten, Pro­vinsi hingga di tingkat Nasional. Rustam selalu mengharumkan nama baik kabupaten Solok Selatan maupun Provinsi Su­ma­tera Barat.

Pria kelahiran Lubuk Ma­la­ko, 30 Desember 1949  itu me­mi­liki satu istri yakni Hj Yulisma dan dua orang anak kembarnya yakni Pamil Ruskamdani dan Pamel Liskardani. Keduanya baru berusia 26 tahun dan sama-sama PNS di Kabupaten Solok Selatan. Rustam merupakan warga Jorong Koto Tuo Lubuk Malako, ramah, sopan dan pe­nyan­tun. 

Sehingga Rustam dikenal dengan sosok “Bapak Penyantun Masyarakat di Nagari Lubuk Malako, Solok Selatan. Sejak Rustam Sangir menjadi wali nagari di Lubuk Malako tahun 2010 lalu, ekonomi masyarakat daerah itu sejahtera. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ma­sya­ra­kat di Jamin Walinagari, pen­di­di­kan putra putrid Lubuk Ma­la­ko juga dibiayai Nagari dan lain­nya. Kini dia terpilih sebagai Duta Keluarga Sakinah, prestasi tersebut tak pernah terba­yang­kan Rustam.

Dia terpilih dominasi ke­luar­ga sakinah dalam kategori, di usia tua masih produktif, me­mi­li­ki banyak anak angkat yang te­lah berhasil dididiknya, punya an­ak sedikit, kedua-duanya haji dan hidup rukun dalam keluarga dan mensejahterakan ma­sya­ra­kat di Kenagarian. Dari kategori ter­sebut Rustam Sangir berhasil me­nyisihkan Puluhan peserta di 19 Kota/Kabupaten Se Sumbar.

“Alhamdulillah, di bulan ramadhan ini saya dapat berkah, juga diundang ke istana Negara pada 17 agustus nanti. Karena memperoleh lencana duta ke­luar­ga sakinah ditingkat Sum­bar,” syukur Rustam atas anu­ge­rah yang diterimanya.

Dikatakan Rustam, bentuk penghargaan yang telah diteri­ma­nya, yakni telah mampu mewujudkan pembinaan ke­luar­ga menuju keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah. Ser­ta mewujudkan pola pendidikan dan pembinaan terhadap anak sesuai dengan tuntunan ajaran islam untuk menciptakan ge­ne­ra­si yang saleh, juga sebagai per­con­tohan dan teladan dalam ke­hi­dupan masyarakat.

Tak hanya itu, Rustam pun telah mampu memberikan ke­se­jah­teraan bagi masyarakat, me­nye­diakan pendidikan gratis bagi generasi penerus di daerah itu. Sejak Rustam mengabdi di kampung halamannya, pere­ko­no­mian masyarakat di Lubuk Malako semakin meningkat dan tidak ada angka kemiskinan. Namun sebelum dia menjadi pemerintahan kenagarian, ang­ka kemiskinan tinggi dan peng­hidupan masyarakat susah. Pendidikan pun minim.

“Pak Rustam sosok w­a­li­na­gari yang telah mampu mem­berikan kesejahteraan kepada kami sebagai masyarakat di Kenagarian ini. Juga beliau telah melahirkan kandidar Megister, hingga Doktor dan dibaiyai Nagari asalkan mau menimba ilmu pengetahuan,”terang War­man warga Lubuk Malako.

Menurut masyarakat di ke­na­garian tersebut, sudah pantas Pak Rustam Sangir memperoleh anugerah keluarga sakinah. Karena sosok dan potret kehi­dupan beliau sebagai bapak penyantun dan melahirkan kan­didat anak nagari berkualitas dan memiliki pendidikan tinggi, serta menggenjot ekonomi ma­sya­rakat melalui pembentukan Perkebunan Nagari dan hasilnya untuk kesejahteraan masyarakat di nagari tersebut.

Serta untuk pembangunan daerah, beliau arif dan bijaksana mengambil kebijakan untuk perubahan masyarakat kearah yang lebih baik.

Mantan Anggota DPRD Sa­wah­l­unto Sijunjung tahun 1987-1992 itu, menikah pada Kamis 24 Oktober 1978 di KUA Sangir dan belum punya cucu hingga saat ini. Untuk pendidikan anak-anak, Rustam Sangir selalu mengutamakan pendidikan agama, disiplin dalam beribadah dan belajar, sehingga anaknya dan puluhan anak angkat ber­ha­sil. Baik jadi pejabat Negara, pe­ngu­saha, PNS dan lainnya.

Juga sederhana dalam me­ng­hadapi berbagai keperluan dan kebutuhan hidup dalam berumah tangga, serta memakai proinsip bermusyawarah untuk menjaga kerukunan berkeluar­ga. Rasa hormat terhadap orang tua dan yang lebih tua, me­na­nam­­kan sifat adil dalam ke­luar­ga dan dimasyarakat, serta me­m­­prioritaskan keperluan yang sangat penting untuk keluarga dan untuk masyarakat dan anak angkatnya.

Pada 2010 diusung masya­ra­kat Lubuk Malako untuk me­mimpin kenagarian yang dulu­nya kehidupan masyarakat paling banyak miskin dan kurang mampu. Kini memasuki tahun ke empat menjabat, masyara­kat­nya sudah sejahteraan dan telah menjadi nagari mandiri di Sum­bar dan di Nasional. Masyarakat bebas pajak, bahkan Rustam Berekeinginan agar listrik di kenagarian tersebut dibebaskan.

Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman mengung­kap­kan terimakasih kepada kepada Rustam sangir, karena tiap tahunnya mampu membawa nama baik Kabupaten Solok Selatan ditingkat Provinsi Sum­bar dan Nasional.(***)
[ Red/Administrator ]

0 komentar:

Posting Komentar