Siapa
bilang orang kampung tak bisa berprestasi dan bisa menginjakan kakinya
ke Istana Negara di Jakarta? Pertanyaan itu terbantahkan dengan
suksesnya putra asli Lubuk Malako yang didapuk mewakili Sumatera Barat
ke Istana karena terpilih sebagai keluarga Sakinah Sumatera Barat.
Berikut laporannya.
H.Rustam Sangir,BA Wali
Nagari Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan Solok Selatan akhirnya
diundang ke Istana Negara RI, karena terpilih sebagai duta Keluarga
Sakinah setelah menyingkirkan puluhan peserta keluarga sakinah di 19
Kota/Kabupaten se Sumbar. Dengan riwayat pendidikan di SD Lubuk Malako
tamat tahun 1965, MTs.AIN tahun 1970 dan kuliah di IAIN Imam Bonjol
Padang diwisuda tahun 1976.
Wali Nagari yang ulet, arif dan
bijaksana itu, dua kali setahun selalu memperoleh berbagai
penghargaan. Baik ditingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi hingga di
tingkat Nasional. Rustam selalu mengharumkan nama baik kabupaten Solok
Selatan maupun Provinsi Sumatera Barat.
Pria kelahiran Lubuk Malako,
30 Desember 1949 itu memiliki satu istri yakni Hj Yulisma dan dua
orang anak kembarnya yakni Pamil Ruskamdani dan Pamel Liskardani.
Keduanya baru berusia 26 tahun dan sama-sama PNS di Kabupaten Solok
Selatan. Rustam merupakan warga Jorong Koto Tuo Lubuk Malako, ramah,
sopan dan penyantun.
Sehingga Rustam dikenal dengan
sosok “Bapak Penyantun Masyarakat di Nagari Lubuk Malako, Solok Selatan.
Sejak Rustam Sangir menjadi wali nagari di Lubuk Malako tahun 2010
lalu, ekonomi masyarakat daerah itu sejahtera. Pajak Bumi dan Bangunan
(PBB) masyarakat di Jamin Walinagari, pendidikan putra putrid
Lubuk Malako juga dibiayai Nagari dan lainnya. Kini dia terpilih
sebagai Duta Keluarga Sakinah, prestasi tersebut tak pernah
terbayangkan Rustam.
Dia terpilih dominasi
keluarga sakinah dalam kategori, di usia tua masih produktif,
memiliki banyak anak angkat yang telah berhasil dididiknya, punya
anak sedikit, kedua-duanya haji dan hidup rukun dalam keluarga dan
mensejahterakan masyarakat di Kenagarian. Dari kategori tersebut
Rustam Sangir berhasil menyisihkan Puluhan peserta di 19 Kota/Kabupaten
Se Sumbar.
“Alhamdulillah, di bulan
ramadhan ini saya dapat berkah, juga diundang ke istana Negara pada 17
agustus nanti. Karena memperoleh lencana duta keluarga sakinah
ditingkat Sumbar,” syukur Rustam atas anugerah yang diterimanya.
Dikatakan Rustam, bentuk
penghargaan yang telah diterimanya, yakni telah mampu mewujudkan
pembinaan keluarga menuju keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah.
Serta mewujudkan pola pendidikan dan pembinaan terhadap anak sesuai
dengan tuntunan ajaran islam untuk menciptakan generasi yang saleh,
juga sebagai percontohan dan teladan dalam kehidupan masyarakat.
Tak hanya itu, Rustam pun telah
mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, menyediakan
pendidikan gratis bagi generasi penerus di daerah itu. Sejak Rustam
mengabdi di kampung halamannya, perekonomian masyarakat di Lubuk
Malako semakin meningkat dan tidak ada angka kemiskinan. Namun sebelum
dia menjadi pemerintahan kenagarian, angka kemiskinan tinggi dan
penghidupan masyarakat susah. Pendidikan pun minim.
“Pak Rustam sosok
walinagari yang telah mampu memberikan kesejahteraan kepada kami
sebagai masyarakat di Kenagarian ini. Juga beliau telah melahirkan
kandidar Megister, hingga Doktor dan dibaiyai Nagari asalkan mau menimba
ilmu pengetahuan,”terang Warman warga Lubuk Malako.
Menurut masyarakat di
kenagarian tersebut, sudah pantas Pak Rustam Sangir memperoleh
anugerah keluarga sakinah. Karena sosok dan potret kehidupan beliau
sebagai bapak penyantun dan melahirkan kandidat anak nagari berkualitas
dan memiliki pendidikan tinggi, serta menggenjot ekonomi masyarakat
melalui pembentukan Perkebunan Nagari dan hasilnya untuk kesejahteraan
masyarakat di nagari tersebut.
Serta untuk pembangunan daerah, beliau arif dan bijaksana mengambil kebijakan untuk perubahan masyarakat kearah yang lebih baik.
Mantan Anggota DPRD
Sawahlunto Sijunjung tahun 1987-1992 itu, menikah pada Kamis 24
Oktober 1978 di KUA Sangir dan belum punya cucu hingga saat ini. Untuk
pendidikan anak-anak, Rustam Sangir selalu mengutamakan pendidikan
agama, disiplin dalam beribadah dan belajar, sehingga anaknya dan
puluhan anak angkat berhasil. Baik jadi pejabat Negara, pengusaha,
PNS dan lainnya.
Juga sederhana dalam
menghadapi berbagai keperluan dan kebutuhan hidup dalam berumah
tangga, serta memakai proinsip bermusyawarah untuk menjaga kerukunan
berkeluarga. Rasa hormat terhadap orang tua dan yang lebih tua,
menanamkan sifat adil dalam keluarga dan dimasyarakat, serta
memprioritaskan keperluan yang sangat penting untuk keluarga dan
untuk masyarakat dan anak angkatnya.
Pada 2010 diusung masyarakat
Lubuk Malako untuk memimpin kenagarian yang dulunya kehidupan
masyarakat paling banyak miskin dan kurang mampu. Kini memasuki tahun ke
empat menjabat, masyarakatnya sudah sejahteraan dan telah menjadi
nagari mandiri di Sumbar dan di Nasional. Masyarakat bebas pajak,
bahkan Rustam Berekeinginan agar listrik di kenagarian tersebut
dibebaskan.
[ Red/Administrator ]



0 komentar:
Posting Komentar