Pages

Senin, 19 Agustus 2013

Solsel Kekurangan Pasokan Daging

Padang Ekspres • Sabtu, 20/07/2013 13:36 WIB • Redaksi • 229 klik

Padang, Padek—Harga da­ging di Solok Selatan naik dari Rp 85 ribu menjadi Rp 95 ribu per kilogram. Kenaikan itu d­i­duga akibat kurangnya paso­kan daging sapi ke Solsel. Mes­ki begitu, Pemprov Sumbar me­ne­gaskan tidak akan me­masuk­kan daging impor ke Sumbar.

Salah seorang pedagang di Pasar Padangaro, Solsel, Mur­niati, 43, mengaku hanya men­dapatkan sekilo daging. Ka­rena pasokan daging berk­u­rang, pedagang pun hanya satu orang dan tidak seperti hari biasanya.

“Saya hanya dapat sekilo, tapi banyak yang tidak keba­gian da­ging. Karena pada pu­kul 09.00 daging sudah habis,” ujar­nya kepada Padang Eks­pres di Pa­sar Padangaro, ke­marin (19/7).

Bujang, 43, pedagang sapi, mengungkapkan pasokan da­ging sapi terus berkurang se­hing­ga memicu kenaikan harga. “Baru dua jam berjua­lan, daging 150 kg yang saya bawa langsung habis. Biasanya banyak peda­gang daging ber­jualan di pasar, kini banyak tak datang,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Koperindag) So­lok Selatan, Akhirman mem­benarkan harga daging dan bawang naik di Pasar Padang­aro. Untuk harga kebu­tuhan pokok lainnya, dia meng­klaim masih stabil dari minggu lalu.

Daging Impor

Di sisi lain, Dinas Peter­nakan Sumbar menegaskan tidak ada daging impor bere­dar di Sumbar karena Dinas Peternakan Sum­bar tidak me­minta  tambahan kuota daging pada pemerintah pusat. Untuk masuknya daging ke daerah, harus terlebih dahulu me­ngantongi izin dari peme­rintah setempat.

“Sampai hari ini, tidak ada daging impor yang masuk ke Sumbar. Jika ada yang masuk ke sini, tentu harus ada izin dan permintaan pemerintah daerah. Kita tak pernah minta itu. Kalau ada pedagang yang bilang daging impor kualitas­nya buruk, patut diperta­nya­kan,” ujar Kepala Dinas Peter­nakan Sumbar, Eri­nal­di kepa­da Padang Ekspres, kemarin (19/7).

Erinaldi menyebut harga ideal daging Rp 90 ribu sekilo. Jika di bawah itu, menurutnya akan menyengsarakan peter­nak. Sebaliknya, jika harga di atas itu, giliran konsumen yang sengsara. (ayu/mg20)
[ Red/Administrator ]

0 komentar:

Posting Komentar