Padang, Padek—Harga
daging di Solok Selatan naik dari Rp 85 ribu menjadi Rp 95 ribu per
kilogram. Kenaikan itu diduga akibat kurangnya pasokan daging sapi ke
Solsel. Meski begitu, Pemprov Sumbar menegaskan tidak akan
memasukkan daging impor ke Sumbar.
Salah seorang pedagang di Pasar
Padangaro, Solsel, Murniati, 43, mengaku hanya mendapatkan sekilo
daging. Karena pasokan daging berkurang, pedagang pun hanya satu
orang dan tidak seperti hari biasanya.
“Saya hanya dapat sekilo, tapi
banyak yang tidak kebagian daging. Karena pada pukul 09.00 daging
sudah habis,” ujarnya kepada Padang Ekspres di Pasar Padangaro, kemarin (19/7).
Bujang, 43, pedagang sapi,
mengungkapkan pasokan daging sapi terus berkurang sehingga memicu
kenaikan harga. “Baru dua jam berjualan, daging 150 kg yang saya bawa
langsung habis. Biasanya banyak pedagang daging berjualan di pasar,
kini banyak tak datang,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan
Perdagangan (Koperindag) Solok Selatan, Akhirman membenarkan harga
daging dan bawang naik di Pasar Padangaro. Untuk harga kebutuhan pokok
lainnya, dia mengklaim masih stabil dari minggu lalu.
Daging Impor
Di sisi lain, Dinas Peternakan
Sumbar menegaskan tidak ada daging impor beredar di Sumbar karena
Dinas Peternakan Sumbar tidak meminta tambahan kuota daging pada
pemerintah pusat. Untuk masuknya daging ke daerah, harus terlebih dahulu
mengantongi izin dari pemerintah setempat.
“Sampai hari ini, tidak ada
daging impor yang masuk ke Sumbar. Jika ada yang masuk ke sini, tentu
harus ada izin dan permintaan pemerintah daerah. Kita tak pernah minta
itu. Kalau ada pedagang yang bilang daging impor kualitasnya buruk,
patut dipertanyakan,” ujar Kepala Dinas Peternakan Sumbar, Erinaldi
kepada Padang Ekspres, kemarin (19/7).
Erinaldi menyebut harga ideal
daging Rp 90 ribu sekilo. Jika di bawah itu, menurutnya akan
menyengsarakan peternak. Sebaliknya, jika harga di atas itu, giliran
konsumen yang sengsara. (ayu/mg20)
[ Red/Administrator ]



0 komentar:
Posting Komentar