Kapolres Solok Selatan AKBP Nanang Putu Wardianto kepada Padang Ekspres, di Sangir Balai Janggo, Senin (5/8), menyebutkan, kawanan perampok bersebo tak hanya menggasak harta benda korban, tapi juga melukai korban.
”Kepala, wajah dan punggung korban memar, akibat diinjak-injak dengan sepatu keras. Selain itu, juga dipukul dengan marmer karena korban tidak mau mengaku tempat menyimpan uang dan perhiasannya,” kata Kapolres.
Saat ini, pihaknya, sedang melakukan pengepungan hingga ke Dharmasraya. Jajarannya bertekad segera menangkap pelaku bersenpi dan sindikat lainnya. “Puluhan Brimob telah dikerahkan untuk menumpas kawanan perampok di Solok Selatan dan Dharmasraya,” kata Nanang.
Nanang menyebutkan, kawanan perampok ini selalu menggunakan senjata api dan sebo (penutup wajah) ketika beraksi. Dia menduga para pelaku bukan dari luar daerah, tapi berdomisili di Dharmasraya. ”Saya yakin mereka berdomisili sekitar Dharmasraya dan Solok Selatan, setelah melihat pergerakan setiap melakukan perampokan di Dharmasraya dan Solok Selatan,” jelas Nanang.
Pengakuan toke karet Eriwahyudi, dan istrinya Rina serta tetangga korban yang disekap, menurut Nanang, keenam pelaku menggunakan bahasa Indonesia. Sewaktu menjalankan aksinya, dua perampok menggunakan sebo menyekap korban, dua berjaga di pintu, dan dua orang masuk rumah.
Modus operasinya, tambah Nanang, sama dengan kejadian di Dharmasraya. Pelaku mengetuk pintu terlebih dahulu, dan melepaskan tembakan peringatan. Selanjutnya, korban dipaksa tiarap di lantai di bawah todongan senjata.
Bila tidak mau menunjukkan letak uang dan perhiasan, perampok menganiaya korban. Dalam keadaan tiarap, kata Nanang, kedua tangan korban diikat ke belakang dan dihajar berkali-kali sampai tubuh dan kepala korban memar.
”Kita menemukan empat selongsong dan satu proyektil dalam kondisi melekat di ban mobil sebelah kanan dan bagian belakang. Peluru ini memudahkan polisi mengungkap jenis senjata digunakan pelaku, dan korban sudah memberikan keterangan,” sebutnya.
Pulungan, 50, tetangga korban yang disekap perampok mengatakan, dia mendatangi rumah korban setelah mendengar teriakan. Namun baru sampai di depan rumah, dia pun diberikan tembakan peringatan dan disuruh tiarap.
Kapolres Solsel mengimbau masyarakat proaktif melapor ke polsek terdekat bila menemui ada orang yang mencurigai. Dia berkeyakinan para pelaku memiliki organisasi yang rapi. Diduga pelaku pemain lama dengan organisasi sama. Selain itu, ada kaitannya dengan perampokan di toko emas di Abai Sangir Batang Hari yang menewaskan satu orang ketika hendak menolong korban.
Seperti diketahui, Minggu malam (3/8), kawanan perampok menyatroni rumah seorang toke karet di Nagari Talunanmaju, Jorong Kurniamaju, Kecamatan Sangir Batang Jujuan, Solsel. Mereka menyekap toke getah itu sembari melepaskan tembakan tiga kali guna memaksa istri korban menunjukkan letak uang dan perhiasan. Para bandit itu membawa kabur uang Rp 50 juta dan 5 mas perhiasan. (mg20)
[ Red/Administrator ]



0 komentar:
Posting Komentar