Solsel, Padek—Kawanan
perampok bersenjata api (bersenpi) beraksi di Solok Selatan tadi
malam. Seorang toke karet di Nagari Talunanmaju, Jorong Kurniamaju,
Kecamatan Sangir Batang Jujuan, menjadi korban keganasan komplotan
penjahat tersebut.
Enam kawanan perampok yang mengendarai tiga motor ini, leluasa mengobrak-abrik rumah korban yang tinggal di daerah terisolir.
Mereka menyekap toke getah itu sembari
melepaskan tembakan tiga kali guna memaksa istri korban menunjukkan
letak uang dan perhiasan. Setelah ditunjuki, dengan sigap para bandit
itu membawa kabur uang Rp 50 juta dan 5 mas perhiasan.
Pelaku masuk ke rumah korban jelang Shalat
Isya. Secepat kilat, keenam perampok masuk ke dalam rumah korban.
Setelah mengikat korban, pelaku mengancam istri korban, Rina dengan tiga
kali tembakan.
“Sekarang kasusnya sedang dikembangkan.
Diduga pelaku masih pemain lama, spesialis perampokan di daerah
terisolir. Beruntung, korban selamat,” ujar Kasat Reskrim Polres Solsel,
AKP Ricco Fernanda kepada Padang Ekspres, tadi malam.
Ricco menduga pelakunya ada kaitannya
dengan kasus perampokan di salah satu toko emas di Abai Sangir Batang
Hari, tahun lalu. “Kami terus menyelidiki apa motif perampokan ini,
apakah ada indikasi orang dalam atau tidak. Yang jelas, jelang Lebaran
ini, warga harus hati-hati karena tingkat kriminal tinggi. Jika ada yang
mencurigakan, segera lapor ke polisi. Misalnya ada orang yang tidak
dikenal bolak-balik di lokasi, segera waspada. Siapa tahu orang itu
sedang membaca situasi,” imbaunya.
Seperti diketahui, September lalu,
komplotan perampok berpistol yang berjumlah tiga orang, merampok sebuah
toko emas di Pasar Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Solsel.
Seorang warga bernama Khairuddin, 54, tewas tertembak setelah berupaya
menolong pemilik toko. Perampok menggunakan senjata api jenis M16 dan
revolver. (mg20)



0 komentar:
Posting Komentar