Solsel, Padek—Harga
jenggol di Kabupaten Solok Selatan selangit, mulai dari Rp20 ribu
hingga Rp25 ribu sekilo. Meski mahal, namun daya beli masyarakat tetap
tinggi. Karena peminat jengkol lebih banyak dibanding lauk pauk.
Sementara harga ikan melonjak dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu sekilo,
harga bawang merah pun naik Rp48 ribu sekilo dan harga ayam buras capai
Rp50 ribu per ekor.
Pantauan Padang Ekspres di
lapangan, kondisi komoditi bahan makanan pokok di dua pasar tradisonal
di Solsel berbeda, harga jengkol di Pasar Padang Aro Rp 25 ribu sekilo.
Sedangkan di pasar Lubuk Malako Rp20 ribu sekilo. Namun naik
dibandingkan minggu lalu, harga ayam buras pun berbeda, di Pasar
Padang Aro Rp50 ribu per ekor dan Pasar Lubuk Malako Rp 45 ribu.
Sementara harga daging di Pasar
Lubuk Malako Rp85 ribu dan di Pasar Padang Aro capai Rp95 ribu hingga
Rp100 ribu sekilo. “Di dua pasar terjadi perbedaan harga, karena
pengaruh ketidak stabilan harga,” jelas Akhirman, Kepala Dinas
Koperindag Solsel.
Namun harga cabai merah turun
dari Rp38 ribu menjadi Rp34 ribu sekilo, harga kelapa juga naik dari Rp5
ribu menjadi Rp8 ribu. ”Namun pada pedagang menilai, harga komoditi
sembako ini akan tetap naik hingga Lebaran,” ujar Jamilus, pedagang
Pasar Padang Aro.
Junit, 61, pedagang daging di Pasar Lubuk
Malako menjelaskan, dia tidak akan menaikan harga daging hingga Lebaran
nanti. Meski di pasar tradisional lainnya capai Rp100 ribu, karena dia
berdagang bukan untuk mencari keuntungan besar. ”Sudah puluhan tahun
berdagang di pasar tersebut, belum pernah saya menjual daging lebih dari
Rp 85 sekilo. Saya berdagang untuk membantu masyarakat mendapatkan
daging, baik dihari biasa maupun saat Idul Fitri maupun Idul Adha.
“Harga daging lebih murah dan bebas pengawet. Saya menjamin kemurnian
daging ini, daging pun masih segar hingga siang hari,” katanya. (mg20)



0 komentar:
Posting Komentar