Pages

Sabtu, 26 Januari 2013

Polres Perbatasan Tingkatkan Patroli Antisipasi Masuknya Napi Asal Jambi


Padang Ekspres • Selasa, 22/01/2013 12:23 WIB • • 110 klik
Padang, Padek—Kaburnya ta­hanan dan narapidana (Na­pi) Lembaga Pemasyarakatan (LP)  Klas IIB Bram Itam, Kualatungkal, Kabupaten Tan­jung Jabung Barat, Provinsi Jambi, Sabtu (19/1) sore, men­dapatkan perhatian serius jaja­ran Mapolres di bawah Ma­polda Sumbar. Pasalnya, ada indikasi beberapa orang napi dan tahanan tersebut kabur dan memasuki wilayah hukum Polda Sumbar, namun demi­kian, sampai siang kemarin (21/1) jajaran Polres di perba­tasan Sumbar-Jambi, belum mengantongi nama ta­ha­nan dan napi yang kabur tersebut.

”Yang kami ketahui, dari 61 napi yang kabur telah ditang­kap sebanyak 13 orang dan masih berkeliaran sebanyak 48 orang. Diduga, dari 48 itu ada yang berusaha masuk wilayah hukum Polda Sumbar dengan cara menumpang bus umum dan truk barang. Itulah sebab­nya, Polres Dharmasraya yang cukup dekat dengan Jambi telah melakukan razia pada seluruh kendaraan,” ujar Waka Polres Dharmasraya, Kompol Aru Yuswan, pada Padang Ekspres, kemarin (21/1).

Jelas Kompol Ari Yuswan, razia akan dilakukan siang dan malam hari. Dalam razia itu, jajarannya memeriksa seluruh identitas penumpang dan me­meriksa bawaan para penum­pang. Namun polisi belum menemukan ada warga yang mencurigakan. Selain razia, kata pria yang hobi fotografi itu, saat ini pihaknya telah mengerahkan jajaran Intel di tengah masyarakat.

Mantan Kabag Ops Pol­resta Padang tersebut berke­ya­kinan, belum ada indikasi napi asal Jambi memasuki wilayah hukum Polda Sumbar saat ini. ”Kalau memang ada indikasi, atau diduga beberapa orang napi Jambi masuk ke wilayah hukum Sumbar, seharusnya mereka mengirimkan data atau identitas jelas. Dengan identitas jelas ini, kami bisa bergerak lebih leluasa, dan tidak salah sasaran dalam bertindak nantinya,” tegasnya.

Hal senada diutarakan Ka­polres Solok Selatan, AKBP Djo­ko Trisulo, saat ini ang­go­tanya telah berpatroli ter­ma­suk di areal perkebunan. ”Sete­lah mendengar kabar napi di Jambi kabur, saya dan jajaran mengambil inisiatif dengan cara meningkatkan patroli ke daerah perkebunan. Pasalnya, tidak tertutup kemungkinan napi tersebut bersembunyi setelah kabur,” kata AKBP Djoko Trisulo.

Seperti diberitakan sebe­lum­nya, kaburnya tahanan dan napi itu terjadi sekitar pukul pukul 15.30, ketika dua karya­wan LP sedang bertugas mem­beri makan siang para napi. Saat pintu portal LP terbuka, ke­tika itulah 52 napi dan sem­bi­lan tahanan diduga sudah kom­pak mengamuk, dan ke­luar dari sel masing-masing. Se­belum kabur napi dan taha­nan ini terlebih dahulu meng­hancurkan kaca-kaca, dan me­nyerang seorang petugas LP (si­pir) hingga pingsan.

Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Naek P Siman­jun­tak mengatakan, hingga malam tadi anggotanya masih memburu 48 napi dan tahanan yang masih buron. Menu­rut­nya, pengejaran dilakukan ke beberapa lokasi diduga tempat pelarian para napi dan tahanan tersebut. (kid/cr2)

0 komentar:

Posting Komentar