SOLSEL – Solok Selatan akan
merekrut 40 pemuda nagari untuk dijadikan Petugas Pengamanan dan
Pelindung hutan Berbasis Nagari (PPHBN). Upaya itu dilakukan, mengingat
jumlah polisi kehutanan yang ditugaskan hanya 10 orang. Sementara luas
hutan yang harus diawasi mencapai puluhan ribu hektare. Proses
rekrutmen, tengah dilakukan Dishutbun bersama pemerintah nagari.
Kabid Perlindungan dan Pengamanan Hutan Dushutbun, Hamdani, meyakini rekruitmen itu akan berdampak besar terhadap kelestarian hutan, sebab akan menjadikan masyarakat nagari terlibat secara aktif dalam menjaga dan melindungi hutan.
“Kalau masyarakat nagari bersama-sama yang menjaga hutan dengan ujung tombaknya para pemuda yang terpilih sebagai petugas PPHBN, tentu pembalakan liar dan pemanfaatan hutan secara sembrono akan diantisipasi,” ungkap Hamdani, Rabu (25/9) pada Singgalang.
Dikatakan Hamdani, di Solok Selatan, peran aktif masyarakat dalam menjaga hutan menggembirakan. Salah satunya, masyarakat Nagari Pauh Duo.
Hutan nagari di Jorong Simancung dengan luas sekitar 660 hektare, terjaga dengan baik. Bahkan pada tahun ini, Walinagari Pauh Duo, Zainal Abidin ditetapkan sebagai pemenang lomba wana Tata Lestari untuk kategori walinagari peduli hutan.
Sosialisasi
Sosialisasi manfaat dan fungsi hutan lindung, digelar oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Solok Selatan. Targetnya, menumbuhkan kesadaran pada masyarakat akan arti penting hutan dalam kehidupan. Pemateri dihadirkan dari Dinas kehutanan Sumatra Barat dan dari Solok Selatan. “Kita berharap masyarakat sadar akan arti pentingnya hutan,” kata Hamdani.
Peserta kegiatan terdiri dari pemuka masyarakat dan pemuda nagari di Kenagarian Pauh Duo. Setelah di Pauh Duo, kegiatan serupa juga akan digelar di Nagari Pulakek Koto Baru dalam waktu dekat. (536)
Kabid Perlindungan dan Pengamanan Hutan Dushutbun, Hamdani, meyakini rekruitmen itu akan berdampak besar terhadap kelestarian hutan, sebab akan menjadikan masyarakat nagari terlibat secara aktif dalam menjaga dan melindungi hutan.
“Kalau masyarakat nagari bersama-sama yang menjaga hutan dengan ujung tombaknya para pemuda yang terpilih sebagai petugas PPHBN, tentu pembalakan liar dan pemanfaatan hutan secara sembrono akan diantisipasi,” ungkap Hamdani, Rabu (25/9) pada Singgalang.
Dikatakan Hamdani, di Solok Selatan, peran aktif masyarakat dalam menjaga hutan menggembirakan. Salah satunya, masyarakat Nagari Pauh Duo.
Hutan nagari di Jorong Simancung dengan luas sekitar 660 hektare, terjaga dengan baik. Bahkan pada tahun ini, Walinagari Pauh Duo, Zainal Abidin ditetapkan sebagai pemenang lomba wana Tata Lestari untuk kategori walinagari peduli hutan.
Sosialisasi
Sosialisasi manfaat dan fungsi hutan lindung, digelar oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Solok Selatan. Targetnya, menumbuhkan kesadaran pada masyarakat akan arti penting hutan dalam kehidupan. Pemateri dihadirkan dari Dinas kehutanan Sumatra Barat dan dari Solok Selatan. “Kita berharap masyarakat sadar akan arti pentingnya hutan,” kata Hamdani.
Peserta kegiatan terdiri dari pemuka masyarakat dan pemuda nagari di Kenagarian Pauh Duo. Setelah di Pauh Duo, kegiatan serupa juga akan digelar di Nagari Pulakek Koto Baru dalam waktu dekat. (536)



0 komentar:
Posting Komentar