Solsel, Padek—Para wakil rakyat
di DPRD Solok Selatan kembali berulah. Gara-gara tiga pimpinan DPRD
setempat tidak hadir, rapat paripurna pertanggungjawaban APBD 2012
batal dilaksanakan kemarin.
Paripurna yang sedianya menyampaikan pemandangan umum fraksi
terhadap nota pengantar Ranperda pertanggungjawaban APBD tahun 2013,
kemarin (19/9), terpaksa ditunda.
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Solok Selatan, Sukrial Syukur
menjelaskan, pimpinan DPRD ada tiga orang. Bila tidak hadir ketua DPRD,
wakil ketua I dan II harus hadir. Namun, yang terjadi kemarin, ketiga
pimpinan lepas tanggung jawab. Bahkan, handphone dimatikan sehingga komunikasi terputus.
”Saat ditelepon masuk, tapi ndak diangkat. Pesan yang dikirim juga ndak dibalas. Seharusnya ini ndak perlu terjadi jika ada koordinasi di antara pimpinan DPRD,” jelas Sukrial Syukur kepada Padang Ekspres, kemarin (19/9).
Karena batal, masing-masing fraksi langsung menyerahkan
pandangan umum mereka terhadap eksekutif. Artinya, pada paripurna
yang akan dilaksanakan hari ini (20/9), agendanya hanya jawaban dari
pemerintah daerah.
Diakui politisi Partai Golkar itu, pada tahun ini banyak anggota
DPRD tidak memenuhi disiplin di akhir jabatannya. Masuk kantor
bila ambil gaji. Minimal kehadiran anggota DPRD dalam keseluruhan
agenda DPRD wajib hadir 45 persen.
“Kita dipilih rakyat, bekerjalah dan sampaikanlah aspirasi rakyat
itu. Demi kemajuan daerah, jangan setelah terpilih lupa segalanya,”
ungkap Syukrial.
Syukrial menilai sikap pimpinan dewan itu memalukan dan melanggar
tata tertib aturan dalam agenda paripurna. “Kita akan cek seluruh
anggota DPRD yang melanggar disiplin. Akan diberi peringatan, jika
tidak mempan, kita rekomendasikan untuk diberhentikan saja sebagai
wakil rakyat,” jelasnya.
Ketika dikonfirmasi ke para pimpinan DPRD, tidak ada yang bisa
dihubungi. Sekretaris DPRD Solok Selatan, Aswis menjelaskan, sesuai PP
Nomor 16 Tahun 2010 dan Tata Tertib DPRD Nomor 1 Tahun 2010, rapat
paripurna harus dipimpin ketua DPRD .
“Karena rapat hari ini (kemarin, red) tiga pimpinan tidak ada yang
datang, yaitu Ketua DPRD Khairunnas, Wakil Ketua Suhaimi dan
Edisusanto, sesuai ketentuan paripurna wajib dibatalkan,” katanya.
Aswis menyebut Ketua DPRD Solsel tidak hadir karena ada dinas ke
Padang. Sedangkan Wakil Ketua DPRD Suhaimi ada urusan keluarga ke
Pulaupunjung, Dharmasraya. Sementara Wakil Ketua Edi Susanto tidak
bisa dihubungi.
“Tiga hari sebelum paripurna, saya sudah surati ketiga pimpinan
DPRD, bahkan sudah saya ingatkan melalui lisan. Saya sudah konsultasi
dengan Ketua BK DPRD, bahwa paripurna wajib ditunda,” bebernya.
Asisten I Bidang Pemerintahan, Efiyandri menyayangkan sikap pimpinan DPRD seingga agenda paripurna ditunda.
Pengamat politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi menilai,
hal ini terjadi karena banyak politisi tidak menyadari tanggung
jawab mereka sebagai pejabat publik. Menurut dia, seharusnya pejabat
mendahulukan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan pribadi
dan keluarga.
”Itu adalah konsekuensi jadi pejabat publik. Mereka dibayar untuk mendahulukan kepentingan masyarakat,” ujar Asrinaldi.
”Agar tidak terjadi terus menerus, masyarakat harus menghukum
politisi malas dan tidak bertanggung jawab dengan tidak memilih mereka
kembali,” serunya. (mg20/adi)



0 komentar:
Posting Komentar