Pages

Selasa, 18 Desember 2012

AKIBAT TABRAK SEKOLAH, PIKAP TERJUN KE SAWAH DUA TEWAS, DUA KRITIS


Solsel, Padek—Jumlah ko­r­ban tewas sia-sia di jalan raya se­lama arus mudik dan balik pa­da Idul Fitri 1433 Hijriah, te­rus bertambah. Kemarin (27/8), kecelakaan maut ter­jadi di ja­lan raya Mua­ralabuh, Ka­bu­pa­ten Solok Selatan (Sol­sel). M­o­­bil pikap Colt T120S jung­kir ba­lik ke sawah, setelah me­na­brak dinding gedung  Ta­man Ka­nak-Kanak (TK) di ka­wasan La­dangbatiak, Ba­tuang­ba­ja­wek, Jorong Sungaikalu 2, Na­­gari Pakanrabaa Utara, Ke­ca­ma­tan Koto Parik Gadang Di­ateh.
Aulia Rahman, 22, korban se­lamat kepada Padang Eks­pres mengatakan, sebelum pe­ris­tiwa nahas itu terjadi, jalan ra­ya cukup sepi. Dia me­m­per­kirakan kecepatan pikap ha­nya sekitar 50-60 km/jam. Tapi tiba-tiba, Aulia yang duduk di bak mobil terperanjat. Mobil yang dikendarai mamaknya me­nabrak dinding tembok se­kolah TK, lalu berguling ke sawah.
“Yang naik mobil tersebut ada lima orang. Tiga duduk di de­pan dan dua di belakang,” ung­kap Aulia saat ditemui di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solsel.
Lima orang penumpang pi­kap, termasuk sopir tercatat ma­sih satu keluarga. Mereka hen­dak berlebaran ke kam­pung ke Sariak Alahan Tigo, Pin­tikayu, Pakan Rabaa Timur, KPGD.
Tiga orang yang duduk di depan adalah Jamaris, 50 (sopir), Ides, 20, dan Aseh, 70. Sedangkan di bangku belakang, Aulia Rahman dan Mawardi, 40.
Dalam kecelakaan itu, Aseh dan Mawardi meninggal di tempat. Ides dan Jamaris kritis. Sedangkan Aulia Rahman mengalami luka robek di kepala, lutut dan jari kaki. Lima korban kecelakaan itu sempat dilarikan ke Puskesmas Pakanrabaa, selanjutnya dirujuk ke RSUD Solsel.
Sekitar pukul 12.30, jenazah Mawardi diberangkatkan ke kediamannya di Tanjungharapan, Lubuk Gadang Timur, Sangir. Sedangkan jenazah Aseh disemayamkan di kediamannya di Sungaisungkai, Sangir Balai Janggo. Sementara Ides dan Jamaris, dipindahkan ke kelas II dan III setelah mendapat perawatan di IGD.
Jamaris, sopir pikap, saat dimintai keterangan oleh polisi tampak masih lemas. Dia berusaha mengingat detik-detik sebelum kecelakaan. Ketika itu, Jamaris mengaku sempat pusing sebelum akhirnya menabrak dinding gedung TK.
Kapolres Solok Selatan AKBP Djoko Trisulo mengatakan telah meninjau tempat kejadian peristiwa (TKP) siang kemarin. Djoko memperkirakan setidaknya ada empat penyebab kecelakaan; akibat kondisi kendaraan, kondisi jalan, faktor alam, dan faktor manusia atau kelalaian. “Pikap tidak boleh menjadi angkutan penumpang,” ujarnya. Catatan Polres Solsel, selama Lebaran atau Operasi Ketupat, ada dua kasus kecelakaan lalu lintas di Solok Selatan.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan Sumbar dan Polda Sumbar melarang penggunaan kendaraan barang untuk angkutan penumpang selama Lebaran. Fakta di lapangan, masih banyak ditemui kendaraan barang baik truk maupun pikap digunakan sebagai angkutan penumpang di jalan-jalan Sumbar selama Lebaran lalu. (sih) http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=33818


0 komentar:

Posting Komentar