Solsel,
Padek—Jumlah korban tewas sia-sia di jalan raya selama arus mudik
dan balik pada Idul Fitri 1433 Hijriah, terus bertambah. Kemarin (27/8),
kecelakaan maut terjadi di jalan raya Muaralabuh, Kabupaten Solok Selatan
(Solsel). Mobil pikap Colt T120S jungkir balik ke sawah, setelah menabrak
dinding gedung Taman Kanak-Kanak (TK) di kawasan Ladangbatiak, Batuangbajawek,
Jorong Sungaikalu 2, Nagari Pakanrabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang
Diateh.
Aulia
Rahman, 22, korban selamat kepada Padang Ekspres mengatakan, sebelum
peristiwa nahas itu terjadi, jalan raya cukup sepi. Dia memperkirakan
kecepatan pikap hanya sekitar 50-60 km/jam. Tapi tiba-tiba, Aulia yang duduk
di bak mobil terperanjat. Mobil yang dikendarai mamaknya menabrak dinding
tembok sekolah TK, lalu berguling ke sawah.
“Yang
naik mobil tersebut ada lima orang. Tiga duduk di depan dan dua di belakang,”
ungkap Aulia saat ditemui di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solsel.
Lima
orang penumpang pikap, termasuk sopir tercatat masih satu keluarga. Mereka
hendak berlebaran ke kampung ke Sariak Alahan Tigo, Pintikayu, Pakan Rabaa
Timur, KPGD.
Tiga
orang yang duduk di depan adalah Jamaris, 50 (sopir), Ides, 20, dan Aseh, 70.
Sedangkan di bangku belakang, Aulia Rahman dan Mawardi, 40.
Dalam
kecelakaan itu, Aseh dan Mawardi meninggal di tempat. Ides dan Jamaris kritis.
Sedangkan Aulia Rahman mengalami luka robek di kepala, lutut dan jari kaki.
Lima korban kecelakaan itu sempat dilarikan ke Puskesmas Pakanrabaa,
selanjutnya dirujuk ke RSUD Solsel.
Sekitar
pukul 12.30, jenazah Mawardi diberangkatkan ke kediamannya di Tanjungharapan,
Lubuk Gadang Timur, Sangir. Sedangkan jenazah Aseh disemayamkan di kediamannya
di Sungaisungkai, Sangir Balai Janggo. Sementara Ides dan Jamaris, dipindahkan
ke kelas II dan III setelah mendapat perawatan di IGD.
Jamaris,
sopir pikap, saat dimintai keterangan oleh polisi tampak masih lemas. Dia
berusaha mengingat detik-detik sebelum kecelakaan. Ketika itu, Jamaris mengaku
sempat pusing sebelum akhirnya menabrak dinding gedung TK.
Kapolres
Solok Selatan AKBP Djoko Trisulo mengatakan telah meninjau tempat kejadian
peristiwa (TKP) siang kemarin. Djoko memperkirakan setidaknya ada empat
penyebab kecelakaan; akibat kondisi kendaraan, kondisi jalan, faktor alam, dan
faktor manusia atau kelalaian. “Pikap tidak boleh menjadi angkutan penumpang,”
ujarnya. Catatan Polres Solsel, selama Lebaran atau Operasi Ketupat, ada dua
kasus kecelakaan lalu lintas di Solok Selatan.
Sebelumnya,
Dinas Perhubungan Sumbar dan Polda Sumbar melarang penggunaan kendaraan barang
untuk angkutan penumpang selama Lebaran. Fakta di lapangan, masih banyak
ditemui kendaraan barang baik truk maupun pikap digunakan sebagai angkutan
penumpang di jalan-jalan Sumbar selama Lebaran lalu. (sih) http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=33818




0 komentar:
Posting Komentar