Wajah
pendidikan Kabupaten Solok Selatan, masih buram. Dua periode pemerintahan
definitif di daerah ujung selatan Sumbar itu, angka putus sekolah masih tinggi,
terutama di daerah pedalaman.
Kawasan
yang jangkauannya sulit, di antaranya sejumlah jorong di Nagari Pakan Rabaa
Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD). Secara administratif, nagari
di gerbang utara Solsel itu terdiri dari sembilan jorong. Ulu Suliti, Tanjung
Limo Kapeh, Pasampantimur, Batangpasampan, Sungaikalu I, Koto Baru Sungai Kalu
I, Pulaibungkuak, Batuangbajawek, dan Sungaikalu II. Dari sembilan jorong
(desa) itu, terdapat empat jorong yang fasilitas pendidikan dasarnya (SD) saja
tidak ada sama sekali. Tanjung Limo Kapeh, Koto Baru Sungai Kalu I, Pulai
Bungkuak, dan jorong Batuangbajawek.
Anak-anak
yang ingin mengecap pendidikan, terpaksa bersekolah di kampung tetangga. Tentu
saja dengan konsekwensi, berjalan kaki beberapa kilometer. Sebab, angkutan umum
memang tidak ada. Jalan yang mesti ditempuh pun, hanya jalan tanah dan
berlumpur, meskipun cuaca tidak hujan.
Murid
dari Tanjung Limo Kapeh, biasanya sekolah di SD Batang Pasampan. Jarak yang
mesti mereka lalui setiap hari, mencapai 2 Km lebih. Terjalnya jalan sudah menjadi
hal biasa. Begitupula bocah-bocah dari jorong Koto Baru Sungai Kalu I,
bersekolah di kampung tetangga Sungaikalu I.
Perjalanan
setiap paginya lebih dari 3 km. Diperparah lagi dengan akses jalan yang sangat
tidak bersahabat. Membuat sepatu dan seragam sekolah tak pernah bersih dari
percikan becek.
Catatan
kantor wali nagari setempat, jumlah penduduk Pakan Rabaa Utara sebanyak 6.165
jiwa atau 1.848 Kepala Keluarga (KK). Menurut Plt sekretaris nagari, Andrinal,
warga yang tidak tamat SD angkanya mencapai 30 persen dari total jumlah
penduduk. Sedangkan warga yang lulusan sarjana, katanya masih hitungan jari.
”Sarana pendidikan di sini hanya terdapat tujuh buah SD dan dua buah SMP,” tutur Andrinal saat ditemui Padang Ekspres di kantornya, Senin (25/4).
Kalau ingin melanjutkan sekolah tingkat SMA menurut lelaki itu, masyarakat Pakan Rabaa Utara mesti ke pusat pemerintahan kecamatan. Belasan kilometer dari Pakan Rabaa Utara. Biasanya, siswa dari sana terpaksa kos, mengingat jarak yang cukup memakan waktu.
”Sarana pendidikan di sini hanya terdapat tujuh buah SD dan dua buah SMP,” tutur Andrinal saat ditemui Padang Ekspres di kantornya, Senin (25/4).
Kalau ingin melanjutkan sekolah tingkat SMA menurut lelaki itu, masyarakat Pakan Rabaa Utara mesti ke pusat pemerintahan kecamatan. Belasan kilometer dari Pakan Rabaa Utara. Biasanya, siswa dari sana terpaksa kos, mengingat jarak yang cukup memakan waktu.
“Tidak
heran kalau di sini masih banyak yang tidak tamat SD dan yang hanya sekolah
sampai SD,” imbuhnya meyakinkan. Pendidikan sepertinya masih menjadi barang
langka di daerah tersebut. Masyarakat setempat sangat berharap adanya
penambahan unit sekolah baru. Terutama di jorong yang tidak ada SD. (*) http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=2465




0 komentar:
Posting Komentar