Pages

Selasa, 18 Desember 2012

ANGKA PUTUS SEKOLAH TINGGI


Wajah pendidikan Kabupaten Solok Selatan, masih buram. Dua periode pemerintahan definitif di daerah ujung selatan Sumbar itu, angka putus sekolah masih tinggi, terutama di daerah pedalaman.
Kawasan yang jangkauannya sulit, di antaranya sejumlah jorong di Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD). Secara administratif, nagari di gerbang utara Solsel itu terdiri dari sembilan jorong. Ulu Suliti, Tanjung Limo Kapeh, Pasampantimur, Batangpasampan, Sungaikalu I, Koto Baru Sungai Kalu I, Pulaibungkuak, Batuangbajawek, dan Sungaikalu II. Dari sembilan jorong (desa) itu, terdapat empat jorong yang fasilitas pendidikan dasarnya (SD) saja tidak ada sama sekali. Tanjung Limo Kapeh, Koto Baru Sungai Kalu I, Pulai Bungkuak, dan jorong Batuangbajawek.
Anak-anak yang ingin mengecap pendidikan, terpaksa bersekolah di kampung tetangga. Tentu saja dengan konsekwensi, berjalan kaki beberapa kilometer. Sebab, angkutan umum memang tidak ada. Jalan yang mesti ditempuh pun, hanya jalan tanah dan berlumpur, meskipun cuaca tidak hujan.
Murid dari Tanjung Limo Kapeh, biasanya sekolah di SD Batang Pasampan. Jarak yang mesti mereka lalui setiap hari, mencapai 2 Km lebih. Terjalnya jalan sudah menjadi hal biasa. Begitupula bocah-bocah dari jorong Koto Baru Sungai Kalu I, bersekolah di kampung tetangga Sungaikalu I.
Perjalanan setiap paginya lebih dari 3 km. Diperparah lagi dengan akses jalan yang sangat tidak bersahabat. Membuat sepatu dan seragam sekolah tak pernah bersih dari percikan becek.
Catatan kantor wali nagari setempat, jumlah penduduk Pakan Rabaa Utara sebanyak 6.165 jiwa atau 1.848 Kepala Keluarga (KK). Menurut Plt sekretaris nagari, Andrinal, warga yang tidak tamat SD angkanya mencapai 30 persen dari total jumlah penduduk. Sedangkan warga yang lulusan sarjana, katanya masih hitungan jari.
”Sarana pendidikan di sini hanya terdapat tujuh buah SD dan dua buah SMP,” tutur Andrinal saat ditemui Padang Ekspres di kantornya, Senin (25/4).
Kalau ingin melanjutkan sekolah tingkat SMA menurut lelaki itu, masyarakat Pakan Rabaa Utara mesti ke pusat pemerintahan kecamatan. Belasan kilometer dari Pakan Rabaa Utara. Biasanya, siswa dari sana terpaksa kos, mengingat jarak yang cukup memakan waktu.
“Tidak heran kalau di sini masih banyak yang tidak tamat SD dan yang hanya sekolah sampai SD,” imbuhnya meyakinkan. Pendidikan sepertinya masih menjadi barang langka di daerah tersebut. Masyarakat setempat sangat berharap adanya penambahan unit sekolah baru. Terutama di jorong yang tidak ada SD. (*) http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=2465

0 komentar:

Posting Komentar