Pages

Selasa, 18 Desember 2012

Kerugian Galodo Rp 9,6 M Jasad Misriani Ditemukan Terjepit


-
Solsel, PadekGalodo meng­hantam Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Ka­bupaten Solok Selatan  (Solsel), Kamis malam  (13/12), tak hanya mengakibatkan korban jiwa, namun juga mengakibatkan kerugian pisik mencapai Rp 9,6 miliar.

Kemarin (16/12), upaya pen­carian terhadap korban hilang terseret galodo di Manggih Sapansalak, Nagari Pakan Rabaa Timur, KPGD, membuahkan hasil.

 Sekitar pukul 10.30, je­nazah Simis, 35 (Misriani) dite­mukan oleh tim SAR di Lu­buak­si­kapuak Sungai Batang Hari atau sekitar 17 kilometer dari titik kejadian.

 Untuk me­nuju lokasi ter­se­but, jarak tem­puhnya mencapai enam jam perjalanan.

Informasi yang berhasil di­himpun di lapangan, korban ditemukan dalam keadaan ter­je­pit di tumpukan kayu. Sulitnya medan, membuat proses eva­kuasi makin membutuhkan waktu panjang. Sekitar pukul 14.00 korban baru dapat dieva­kuasi ke ambulans, dan langsung di­bawa ke Puskesmas Pa­kan­rabaa, KPGD untuk divisum.

Usai divisum, jenazah lalu diserahkan kepada pihak ke­luar­ga. Menurut Wali Nagari Pakan Rabaa Timur, jenazah Simis akan dikebumikan pada hari itu juga pukul 16.30 di pandan per­kuburan keluarga di Sa­pan­sa­lak. Mengingat, jena­zah kor­ban sudah mulai lunak.

 Masyarakat setempat turun ber­sama-sama men­ye­leng­ga­ra­kan proses pemakaman.

Sementara jasad Dasinan, 70, korban hilang lainnya yang juga ibu Simis sampai tadi ma­lam masih dalam pencarian.

Sewaktu kejadian, ibu dan anak warga Manggih Jorong Sapansalak, Pintikayu, Nagari Pakan Rabaa Timur, KPGD ini berniat menyelamatkan cucunya yang tinggal tak jauh dari rumah­nya. Baru beberapa menit be­rada di rumah, tiba-tiba ba­ngu­nan berukuran 5x6 meter per­segi itu dihantam galodo. Da­sinan dan Simis hanyut disapu galodo beserta rumahnya.

Sedangkan cucu yang dicari, rupanya telah lebih dulu dise­la­matkan menantunya, Am­ra, 32. “Saya sempat melihat Amak ha­nyut bersama rumah. Tapi apa­ daya, ndak bisa saya tolong,” ujar Amra yang masih terlihat shock.

Di sisi lainnya, korban ga­lodo di  Sungaipangkua, Na­gari Pakan Rabaa Tangah, KPGD, ke­marin masih terlihat mem­bersihkan sisa galodo yang me­nerjang rumah mereka. Mes­ki dalam kondisi lelah tak terkata, me­reka tetap terus berupaya agar rumah dapat ditempati kembali.

Capai Rp9,6 M

Kepala BPBD Solsel Ha­mu­dis menyebutkan bahwa ke­ru­gian sementara akibat galodo mencapai Rp9,6 miliar. K­e­ru­gian itu meliputi, kerusakan rumah warga sebesar Rp 925 juta, fasilitas umum Rp 6,23 mi­liar, materi Rp 1,5 miliar, dan sawah seluas 150 ha sebesar Rp 450 juta.

Hamudis menegaskan, data itu masih bersifat sementara dan bisa bertambah, karena jaja­rannya masih mendata di la­pa­ngan. Selain itu, tambah Ha­mudis, galodo me­ngakibatkan 32 rumah rusak berat, 27 rusak sedang dan 80 rusak ringan, 121 ru­mah terendam dan dua ha­nyut. Khusus fasilitas umum mengalami kerusakan, gorong-gorong dua unit, jembatan dua unit, satu sekolah rusak sedang, tiga rusak ringan, serta satu kan­tor kelompok tani rusak berat.

Hamudis menyebutkan pi­hak­nya sudah menetapkan ta­nggap darurat 14 hari. Namun, masa tanggap darurat ini bisa saja berkurang jika rehabilitasi bisa lebih cepat dari peren­canaan. Pihaknya juga sudah mengerahkan lima alat berat untuk menyingkirkan lumpur sekitar rumah warga dan nor­malisasi Sungai Pangkur dan Su­ngai Binuang yang aliran airnya meluap sampai ke pemukiman penduduk.

Sebanyak dua armada pe­ma­­dam kebakaran juga dike­rahkan ke lokasi untuk mem­bantu warga menyingkirkan lum­pur. Sedangkan PDAM se­tem­­pat juga mengerahkan dua truk tangki air guna memenuhi ke­butuhan air bersih warga.

Pemkab setempat terlihat su­dah mendirikan pos pos dapur umum dan pelayanan kesehatan di Masjid Raya Sungai Pangkur. Bantuan berbentuk uang dapat disalurkan melalui rekening rehabilitasi dan rekosntruksi Solsel dengan nomor: 0000­5544.01.000144.30.8 BRI Uni Lubukgadang. Atau laungsung dikirim ke Posko Bencana Alam di Kantor Camat KPGD ber­lamat di Nagari Pakan Rabaa. (sih)

0 komentar:

Posting Komentar