Solsel, Padek—Galodo
menghantam Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kabupaten Solok
Selatan (Solsel), Kamis malam (13/12), tak hanya mengakibatkan korban
jiwa, namun juga mengakibatkan kerugian pisik mencapai Rp 9,6 miliar.
Kemarin (16/12), upaya pencarian terhadap korban hilang terseret galodo di Manggih Sapansalak, Nagari Pakan Rabaa Timur, KPGD, membuahkan hasil.
Sekitar pukul 10.30, jenazah Simis, 35
(Misriani) ditemukan oleh tim SAR di Lubuaksikapuak Sungai Batang
Hari atau sekitar 17 kilometer dari titik kejadian.
Untuk menuju lokasi tersebut, jarak tempuhnya mencapai enam jam perjalanan.
Informasi yang berhasil dihimpun di
lapangan, korban ditemukan dalam keadaan terjepit di tumpukan kayu.
Sulitnya medan, membuat proses evakuasi makin membutuhkan waktu
panjang. Sekitar pukul 14.00 korban baru dapat dievakuasi ke ambulans,
dan langsung dibawa ke Puskesmas Pakanrabaa, KPGD untuk divisum.
Usai divisum, jenazah lalu diserahkan
kepada pihak keluarga. Menurut Wali Nagari Pakan Rabaa Timur, jenazah
Simis akan dikebumikan pada hari itu juga pukul 16.30 di pandan
perkuburan keluarga di Sapansalak. Mengingat, jenazah korban sudah
mulai lunak.
Masyarakat setempat turun bersama-sama menyelenggarakan proses pemakaman.
Sementara jasad Dasinan, 70, korban hilang lainnya yang juga ibu Simis sampai tadi malam masih dalam pencarian.
Sewaktu kejadian, ibu dan anak warga
Manggih Jorong Sapansalak, Pintikayu, Nagari Pakan Rabaa Timur, KPGD ini
berniat menyelamatkan cucunya yang tinggal tak jauh dari rumahnya.
Baru beberapa menit berada di rumah, tiba-tiba bangunan berukuran 5x6
meter persegi itu dihantam galodo. Dasinan dan Simis hanyut disapu galodo beserta rumahnya.
Sedangkan cucu yang dicari, rupanya
telah lebih dulu diselamatkan menantunya, Amra, 32. “Saya sempat
melihat Amak hanyut bersama rumah. Tapi apa daya, ndak bisa saya tolong,” ujar Amra yang masih terlihat shock.
Di sisi lainnya, korban galodo di Sungaipangkua, Nagari Pakan Rabaa Tangah, KPGD, kemarin masih terlihat membersihkan sisa galodo yang
menerjang rumah mereka. Meski dalam kondisi lelah tak terkata,
mereka tetap terus berupaya agar rumah dapat ditempati kembali.
Capai Rp9,6 M
Kepala BPBD Solsel Hamudis menyebutkan bahwa kerugian sementara akibat galodo
mencapai Rp9,6 miliar. Kerugian itu meliputi, kerusakan rumah warga
sebesar Rp 925 juta, fasilitas umum Rp 6,23 miliar, materi Rp 1,5
miliar, dan sawah seluas 150 ha sebesar Rp 450 juta.
Hamudis menegaskan, data itu masih
bersifat sementara dan bisa bertambah, karena jajarannya masih mendata
di lapangan. Selain itu, tambah Hamudis, galodo
mengakibatkan 32 rumah rusak berat, 27 rusak sedang dan 80 rusak
ringan, 121 rumah terendam dan dua hanyut. Khusus fasilitas umum
mengalami kerusakan, gorong-gorong dua unit, jembatan dua unit, satu
sekolah rusak sedang, tiga rusak ringan, serta satu kantor kelompok
tani rusak berat.
Hamudis menyebutkan pihaknya sudah
menetapkan tanggap darurat 14 hari. Namun, masa tanggap darurat ini
bisa saja berkurang jika rehabilitasi bisa lebih cepat dari
perencanaan. Pihaknya juga sudah mengerahkan lima alat berat untuk
menyingkirkan lumpur sekitar rumah warga dan normalisasi Sungai Pangkur
dan Sungai Binuang yang aliran airnya meluap sampai ke pemukiman
penduduk.
Sebanyak dua armada pemadam kebakaran
juga dikerahkan ke lokasi untuk membantu warga menyingkirkan lumpur.
Sedangkan PDAM setempat juga mengerahkan dua truk tangki air guna
memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Pemkab setempat terlihat sudah
mendirikan pos pos dapur umum dan pelayanan kesehatan di Masjid Raya
Sungai Pangkur. Bantuan berbentuk uang dapat disalurkan melalui rekening
rehabilitasi dan rekosntruksi Solsel dengan nomor:
00005544.01.000144.30.8 BRI Uni Lubukgadang. Atau laungsung dikirim ke
Posko Bencana Alam di Kantor Camat KPGD berlamat di Nagari Pakan Rabaa.
(sih)



0 komentar:
Posting Komentar