Solsel, Padek—Wakil
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rubi Rubiandini dan
beberapa pejabat Kementrian ESDM berkunjung ke lokasi pemboran
eksplorasi panas bumi milik PT Supreme Energy Muaralaboh (PT SEML)
di wilayah kerja Liki Pinangawan, Solok Selatan, Kamis (13/12).
Kunjungan bertujuan melihat langsung perkembangan proyek panas bumi PT SEML yang sedang melakukan well testing ML-A1 atau uji sumur eksplorasi pertama.
Kegiatan well testing bertujuan mengukur potensi dari sumur tersebut. Kemudian, mengetahui karakteristik fluida reservoir.
Data-data inilah yang diperlukan menentukan nilai ekonomis dan
kapasitas dari sumur ML-A1. Setelah sumur eksplorasi pertama,
pemboran selanjutnya penanjakan sumur eksplorsi ke-2 yang
rencananya akan dilakukan 15 Desember nanti. Apabila berhasil,
maka akan menghasilkan energi listrik 220MW.
Wamen ESDM mengungkapkan proyek
panas bumi PT SEML di Solsel merupakan pembangunan kembali industri
panas bumi yang sudah 20 tahun tidak bergerak. Di Solsel juga
merupakan uap pertama yang mulai ke luar setelah undang-undang panas
bumi ada. “Jadi dimulai di Solsel akan menjadi sejarah kebangkitan
panas bumi Indonesia. Karena setelah ini industri panas bumi akan
segera kembali bangun dan kemudian hidup,” ujarnya.
Adanya energi panas bumi, tambah wamen,
akan membawa Indonesia tidak hanya bergantung dari minyak, gas, atau
batubara, tapi juga dari energi terbarukan seperti air, mikro hidro,
mini hidro, angin, matahari, dan termasuk panas bumi yang paling
diharapkan memiliki kemampuan besar menghasilkan listrik. “Itu yang
kita senang sekali, karena ini tidak hanya penting bagi solsel,
sumatera, tapi bagi indonesia,” katanya.
Rubi Rubiandini juga mengingatkan,
dalam kegiatan memajukan produktivitas energi panas bumi di Solok
Selatan, perlu dilakukan berbagai kerja sama, dalam menjaga
kelestarian alam dan kelangsungan produktivitas, seperti
mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan. Disiapkan untuk tukang las,
bubut, dalam menciptakan kader dan SDM yang lebih baik nantinya untuk
kelangsungan dan kesinambungan produktivitas PT SEML di Solok
Selatan.
”Kita mesti bersama-sama melestarikan
alam di sekitar panas bumi ini, agar produktivitas panas bumi
berjalan baik. Hutan mesti tetap subur, tidak boleh ada penebangan
liar, dan kapasitas air mesti terjaga. Hutan penyangga utama dalam
menjaga kebutuha air bagi produktivitas panas bumi, untuk membetuk
uap sebagai sumber energi dalam memanfaatkan panas bumi,” jelasnya.
Executive Managing Officer Supreme
Energy Triharyo Indrawan Soesilo mengatakan pembangunan sumur
eksplorasi dimaksudkan untuk mengukur potensi tenaga panas bumi
di wilayah tersebut yang nantinya diharapkan akan memiliki kapasitas
sebesar 220MW.
”Rata-rata, satu sumur bisa
menghasilkan 7MW sampai 8MW. Tapi pengukuran sumur ini hasilnya baru
bisa diketahui beberapa hari ke depan,” katanya.
Tahap eksploitasi, lanjut dia,
menghabiskan dana investasi sebesar 40 persen dari total investasi
Rp 7 triliun. Perseroan setidaknya harus menyiapkan kas sebesar
US$100 juta untuk mendanai proses eksploitasi tersebut.
“Pembangunan sumur memerlukan US$6
juta hingga US$8 juta. Untuk meminimalisir resiko dan lebih
ekonomis, kita upayakan melakukan sedikit pengeboran,” katanya.
Kata dia, ML-A1 dan ML-B1 adalah
rangkaian dari pemboran 4-6 sumur eksplorasi untuk mbuktikan adanya
sumber panas bumi yang cukup untuk membangun pembangkit listrik
tenaga panas bumi (pltp) sebesar 2x110 MW. Jangka waktu diperlukan
untuk pemboran eksplorasi tersebut berkisar antara 6 hingga 9
bulan. Proyek PLTP Liki Pinangawan Muaralabuh merupakan proyek
nasional dan termasuk dalam program pecepatan pembangunan listrik
10.000 MW tahap II.
Acara kunjungan diakhiri penanaman
pohon trambesi secara simbolis oleh wamen. “Energi panas bumi sangat
memerlukan hutan agar pasokan air di dalam tanah tetap terjaga,”
imbuh Tri Haryo.
Bupati Solsel Muzni Zakaria mengatakan
bahwa solsel bangga sangat mendukung adanya proyek panas bumi
ini. Sebagai daerah baru Bupati Muzni Zakaria juga mengharapkan
agar PT. SEML ikut serta membangun jalan, tidak hanya mengaspal
jalan yang dipakai PT. SEML. Begitupula penggunaan areal GOR yang
dipinjamkan kepada PT. SEML. ”Kapan dikabulkan ya terserah, kita
juga paham bahwa ini baru awal,” ujar Muzni.
Menurutnya, SEML akan menjadi kekuatan
baru dalam memajukan pertumbuhan perekonomian Sumbar,
khususnya Solok Selatan. “Jika ada hal-hal yang menjadi problema di
tengah-tengah masyarakat, mari kita bicarakan baik-baik. Rahmat
Allah yang diberikan kepada Solok Selatan ini mesti kita jaga, kita
manfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan kesejahteraan rakyat
Indonesia, termasuk yang ada di daerah ini,” ungkapnya. (*)
[ Red/Administrator



0 komentar:
Posting Komentar