Pages

Minggu, 16 Desember 2012

Dua Warga Hilang

SOLSEL- Wilayah Solok Selatan kembali dilanda banjir. Kali ini 175 unit rumah terendam lumpur, 75 unit rusak berat, 100 unit rusak ringan dan sebuah jembatan putus. Dua warga dilaporkan hilang.
Hujan lebat melanda Kabupaten Solok Selatan sejak Kamis (13/12) sore menyebabkan banjir bandang (galodo) di dua nagari di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, dan banjir di Jorong Kampuang Tarandam Kecamatan Sungai Pagu.
Banjir di daerah itu disebabkan curah hujan yang tinggi sehingga Sungai Batang Pangkua dan Sungai Batang Binuang di Nagari Pakan Rabaa, Sungai Sapan Salak di Nagari Pakan Rabaa Timur dan Batang Suliti di Jorong Kampuang Tarandam Nagari Pasar Muara Labuh meluap.

Air mulai meluap pada Kamis (13/12) sekitar pukul 22.00 wib. Akibatnya, dua warga Jorong Manggis, ibu dan anak, Rajinan (70) dan Simis (35) di Nagari Pakan Rabaa Timur hanyut terseret aliran sungai Sapan Salak. Mereka dinyatakan hilang dan sampai berita ini dituliskan, korban belum ditemukan.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan mencatat, banjir terjadi di Jorong Kampung Tarandam Nagari Pasar Muara Labuh Kecamatan Sungai Pagu. Namun, daerah ini sudah menjadi langganan banjir setiap meluapnya Sungai Batang Bangko dan Sungai Batang Suliti. Tidak ada dampak yang signifikan di jorong ini.

Kepala BPBD Solok Selatan Hamudis kepada Haluan, Jumat (14/12) menjelaskan, hujan di Jorong Sungai Pangkur Nagari Pakan Rabaa, dan Jorong Manggis Nagari Pakan Rabaa Timur Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh menyebabkan galodo.

Menurut keterangan Hamudis, di Nagari Pakan Rabaa, 175 unit rumah warga terendam lumpur, 100 unit rumah mengalami rusak ringan, dan 75 unit rumah rusak berat. Selain itu, banjir bandang juga menyebabkan sebuah jembatan Sungai Pangkur senilai Rp500 juta putus, tiga unit fasilitas umum berupa bangunan sekolah mengalami kerusakan dan terendam lumpur dan pasir. Tidak hanya itu, di Pakan Rabaa ini banjir juga menyebabkan tertimbunnya 12,5 ha sawah satu bulan tanam, dan pos kelompok tani ikut diseret Sungai Batang Pangkua. Kerugian diperkirakan sekitar Rp600 juta lebih.

Di Jorong Manggis Nagari Pakan Rabaa Timur, hujan lebat menyebabkan air bah. Dua orang terseret aliran sungai, mereka adalah anak dan ibu yang hendak mengunjungi rumah anaknya Siel dan suaminya Amrah yang tinggal di Jorong Manggis.

Sekretaris Nagari Pakan Rabaa Timur Nasril menjelaskan, air bah datang menghondoh nagarinya sekitar pukul 00.00 dini hari. Adapun dua orang warganya yang hanyut terseret air bah karena ingin mendatangi rumah familinya dengan tujuan mengingatkan bahwa air sungai sudah mulai meluap.

“Malang bagi Rajinan dan anaknya Simis, ketika ia hendak mengingatkan anaknya agar secepatnya mengungsi karena air sudah meluap. Sesampai rahinan di rumah siel, air bah datang seketika. Rajinan dan Simis ikut terseret air bah bersama rumah milik Siel dan Amrah,” ujarnya.
Adanya fasilitas sekolah yang ditimbun lumpur dan pasir, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan Fidel Effendi mengatakan, ada tiga sekolah yang terendam lumpur. Yaitu, Sekolah Dasar Negeri 09 Sungai Pangkur yang roboh pagar belakang dan depan, MTSN Sungai Pangkur yang digenangi lumpur dan pasir, dan SMAN 5 Solok Selatan digenangi air.
“Fasilitas sekolah sudah dibersihkan, semoga pada Sabtu (15/12) para siswa sudah mulai belajar. Sedangkan untuk siswa SD, mereka akan mengikuti ujian pada Senin (17/12) depan,” kata Kadispen Fidel Effendi.
Pencarian Korban Hanyut
Dua orang warga Ibu dan Anak Rajinan (70) dan Simis (35) masyarakat Jorong Manggis Nagari Pakan Rabaa Timur Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh hilang terbawa arus banjir bandang.
Sekretaris Nagari Pakan Rabaa Timur Nasril mengatakan, Rajinan dan Simis ingin memberitahukan kepada Siel dan Amra yang merupakan anak dari Rajinan bahwa air sudah naik.
Akan tetapi sampai di rumah tersebut, Siel dan suaminya sudah menginap ke rumah familinya di tempat yang lebih tinggi. Namun, naas bagi Rajinan dan Simis saat memasuki rumah anaknya itu, banjir bandang lansung menghantam.
Ia mengatakan, rumah permanen berukuran 7x9 meter milik pasangan Siel dan Amra yang dihantam banjir bandang rata dengan tanah. Pencarian terhadap Rajinan dan Simis sudah dimulai oleh masyarakat setempat pada pagi saat banjir sudah mulai surut.
Pada Jumat (14/12) pagi, masyarakat sudah melakukan penyisiran sungai Batang Sapan Salak guna melakukan pencarian. Tetapi belum membuahkan hasil.
Sedangkan Kapolres Solok Selatan AKBP Djoko Trisulo mengatakan, pencarian orang hilang tersebut kemungkinan akan menggunakan bantuan anjing pelacak. "Untuk kepastian adanya anjing pelacak yang bisa diturunkan, kita akan melakukan koordinasi dengan Polda Sumatera Barat," pungkasnya.
Pada Jumat (14/12) sore pencarian oleh Tim dari BPBD dihentikan sementara untuk menyusun strategi pencarian di hari berikutnya. Akan tetapi, masyarakat setempat masih tetap melakukan pencarian dua warga yang hilang tersebut.
Bantuan Pemda sudah disalurkan
Bupati Solok Selatan H Muzni Zakaria bersama Dinas Sosial dan Badan Penaggulangan Bencana Daerah sudah menyalurkan bantuan sembako untuk masa tanggap darurat berupa makanan pokok. Dari BPBD Solsel disalurkan makanan siap saji 100 bungkus, matrass 50 paket, tikar 50 paket, dan nasi bungkus 1000 buah. Selain itu, akan didirikan dua dapur umum di lokasi banjir bandang di Nagari Pakan Rabaa Timur. (h/col/met)

0 komentar:

Posting Komentar