Pages

Senin, 01 Juli 2013

48.461 Siswa Madrasah Sumbar Dapat Bantuan

Padang Ekspres • Rabu, 26/06/2013
Ilustrasi (metrotvnews.com)
Padang, Padek—Sumbar men­dapat­kan kuota bantuan siswa mis­kin (BSM) sebanyak 48.461 orang. Dengan rincian, untuk Madra­sah Ibtidaiyah 11.677 orang, Madrasah Tsanawiyah (MTs) 25.663 orang dan Madrasah Aliyah 11.101 orang.

Penyaluran BSM dilakukan da­lam dua semester tahun  pelajaran. BSM tersebut dapat dimanfaatkan un­tuk 4 kegiatan, yakni pembelian bu­ku tulis, baju seragam dan per­leng­kapan sekolah, tranportasi  ke madra­sah dan keperluan lain yang berkai­tan dengan pembelajaran di madrasah.

Asisten II Setprov Sumbar, Syaf­rial didampingi Kepala Biro Bina Sosial, Eko Faisal mengatakan, dari 2,7 juta siswa dan pelajar yang diberikan bantuan siswa miskin oleh pemerintah, sebanyak 48.461 ribu untuk Sumbar.

Ia menyebutkan, 40 persen orang­­tua siswa madrasah adalah golongan keluarga tidak mampu.

Banyak siswa miskin tidak sanggup melanjutkan pen­didikan karena harus menge­luarkan biaya transportasi, seragam, sepatu, buku tulis dan biaya lainnya. Untuk itu, diberikan BSM agar siswa miskin memperoleh akses pelayanan pendidikan, mence­gah angka putus sekolah dan menarik siswa miskin untuk bersekolah, membantu siswa miskin memenuhi kebutuhan individual dalam kegiatan pembelajaran dan mendukung penutasan wajib belajar pendi­dikan dasar sembilan tahun dan tingkat menegah atas.

Adapun mekanisme peng­usulan calon penerima BSM, yakni membawa kartu KPS/BSM ke sekolah. Selanjutnya, sekolah merekap, mengusul­kan  penerima kartu dan non­kartu sebelum diserahkan ke Kantor Kemenag kabupaten/kota untuk diusulkan ke Kan­wil Kemenag provinsi.

Untuk Madrasah Ibti­dai­yah (MI) kelas I menerima Rp 245 ribu. Selain kelas I mene­rima Rp 425 ribu. Untuk jen­jang MTs kelas VII sebesar Rp 295 ribu. Selain kelas VII menerima Rp 575 ribu. Se­men­tara itu, untuk jenjang MA kelas X sampai XII menda­patkan Rp 700 ribu. Penya­luran BSM akan dilakukan dalam 2 semester tahun pelaja­ran. Semester 1 disalurkan pada bulan Mei, Juni, Agustus, September. Sedangkan semester kedua pada Januari, Maret, April, Juni, Juli.

“Pemanfaatan dana BSM dapat dipergunakan untuk pembelian buku dan alat tulis, pembelian baju seragam dan perlengkapan sekolah, pemba­yaran transportasi ke madra­sah dan keperluan lain yang berkaitan dengan pembe­laja­ran madrasah,”  ujarnya.

BSM ini bagian dari program percepatan  dan perlua­san perlindungan sosial (P4S). Pro­gram P4S berupa subsidi be­ras untuk keluarga miskin, pro­gram keluarga harapan (PKH) dan BSM. “Untuk PKH, se­tahu saya masih dalam pem­ba­hasan terkait kuota dan me­ka­nisme penyalurannya,” ujar­nya.

Sementara untuk raskin, ada penambahan pagu selama 3 bulan. Rumah tangga sasa­ran (RTS) tak berubah. “Biasa­nya masyarakat hanya mene­rima 12 kali setahun, sekarang 15 kali setahun,” ujarnya.

Pagu raskin tambahan di­sa­lurkan bulan Juni, Juli dan September. Setiap bulan dila­kukan 2 kali penyaluran de­ngan total 30 kg. Me­kanisme penyaluran raskin disem­pur­nakan dengan menggunakan sistem kartu perlindungan sosial (KPS). Penyaluran ras­kin bulan Juni masih meng­gunakan mekanisme lama. Pada Juli  nanti, penyaluran raskin dengan sistem kartu.

Total penerima raskin ta­hun ini 275.431 RTS. Adapun jumlah pagu raskin Sumbar sebanyak 49.577.580 kg. De­ngan rincian, Kepulauan Men­tawai 10.303 kg, Pesisir Sela­tan 24.298 kg, Solok 22.828 kg, Sijunjung 11.999 kg, Ta­nah­datar 18.634 kg, Padang­pariaman 21.794 kg, Agam 26.235 kg, Limapuluh Kota 24.946 kg, Pasaman 20.193 kg, Solok Selatan 9.188 kg, Dhar­masraya 9.566 kg, Pasaman Barat 26.652 kg, Padang 30.474 kg, Kota Solok 2.507 kg, Sawahlunto 1.114 kg, Padang­panjang 2.359 kg, Bukittinggi 2.644 kg, Payakumbuh 6.383 kg dan Pariaman 3.314 kg.

“Jumlah RTS-PM (Rumah Tangga Sasaran  Penerima Manfaat)  setiap  kota dan kabupaten ditetapkan berda­sarkan data PPLS 2011 yang dikelola dalam basis data ter­padu oleh Tim Nasional Perce­patan Penanggulangan Kemis­kinan (TNP2K),” ucapnya.

Dia mengatakan, raskin disalurkan Bulog ke titik dis­tribusi. RTS membawa KPS ke titik titik distribusi untuk membeli raskin seharga Rp 1.600/kg.

Bagaimana dengan ba­n­tuan lansung subsidi masya­rakat (BLSM) termasuk program kompensasi khusus, sama dengan program infra­struktur dasar. “Kalau BLSM, kantor pos yang menya­lurkan­nya. Kami juga tidak tahu berapa kuota masyarakat Sum­­bar yang menda­pat­kan­nya, karena tak pernah kami diberitahukan. Mungkin kare­na waktunya sangat kasip. Kalau data BLSM, kantor pos yang lebih tahu,” ujarnya.  (ayu)

0 komentar:

Posting Komentar