Pages

Senin, 01 Juli 2013

Bos Tambang Belum Tersentuh

Padang Ekspres • Jumat, 21/06/2013
Padang, Padek—Walaupun telah mengantongi sejumlah nama bos tambang emas ilegal di Solok Selatan, tapi hingga kemarin Polda Sumbar belum juga menangkap bos illegal mining tersebut.

Sebelumnya, Polda Sum­bar sudah menetapkan 20 nama bos tambang yang mela­ku­kan praktik tambang emas ilegal di aliran Batang Hari Solsel ke dalam daftar pen­carian orang (DPO). Sejauh ini, baru 10 orang operator ekska­vator yang ditangkap.

Kabid Humas Polda Sum­bar AKBP Syamsi mengatakan, Polda Sumbar masih terus melakukan penyelidikan ter­ha­dap 20 orang bos tambang tersebut dan melacak kebera­daan bos-bos tersebut.

Anehnya, meski sudah men­­jadikan mereka DPO, Pol­da tidak mau merilis nama 20 orang tersebut. “Kita masih terus menyelidiki, 20 orang yang sudah masuk ke dalam DPO tersebut. Saat ini, berkas 10 orang operator ekskavator pertambangan ilegal sudah diserahkan ke Kejari Solsel,” tambah Syamsi.

Syamsi menegaskan, Polda Sumbar sedikit pun tidak akan memberi toleransi terhadap bos dan pelaku praktik illegal mining lainnya di Solsel dan di wilayah lainnya di Sumbar.

Seluruh laporan dan ber­kas kasus terkait praktik illegal mining yang telah diterima oleh Polda dipastikan diusut tuntas dan tidak akan ditutupi proses hukumnya. “Komitmen kita sudah jelas, bahwa tidak ada toleransi bagi pelaku prak­tik illegal mining,” tegas Syam­si.

Sementara itu, Kapolres Solsel AKBP Nanang Putu War­dianto mengatakan, hing­ga kini penyidik Polres Solsel masih terus menyelidiki 20 orang bos tambang yang telah jadi DPO. “Penyidik sedang bekerja me­ngumpulkan infor­masi, kita sama-sama berusaha meng­ungkap keberadaan 20 orang bos tambang ini,” ujar Nanang.

Soal informasi adanya eks­ka­vator yang telah ditangkap dan diberi police line oleh po­lisi dinyatakan hilang, Nanang be­lum mau memberikan pen­jela­san. “Tim kita sedang turun ke lokasi untuk mengecek kebe­na­rannya,” ujar Nanang. (w)

0 komentar:

Posting Komentar