PADANG – Tawa dan canda memenuhi
ruangan Puskesmas Koto Panjang Ikur Koto (KPIK), Kecamatan Koto Tangah
Padang, Minggu (23/6) lalu. Anak-anak yang sudah menjalani sunatan
massal disemangati para ibu yang tergabung dalam organisasi Indo Jalito.
Indo Jalito ini yang beranggotakan kaum ibu yang peduli dengan kampung halamannya, Ranah Minang. Organisasi ini berkedudukan di Jakarta.
“Acara ini kami adakan sebagai bakti kami terhadap tanah kelahiran. Kami ingin berbagi dengan dunsanak di kampung yang kurang beruntung. Bahagia bagi kami, Indo Jalito bila bisa ikut meringankan beban para dunsanak kami,” ujar Ketua Indo Jalito periode 2012-2016, Nunink Hardiman.
Nuning menuturkan, organisasi yang dipimpinnya ini menggelar sunatan massal di tiga daerah, Pesisir Selatan, Solok dan Kota Padang. Program ini sekaitan dengan masa libur, dan masa libur biasanya dimanfaatkan masyarakat menyunat anaknya. ”Kami nilai inilah yang paling cocok dilakukan sambil melepas kerinduan kepada kampung,” ujarnya.
Kegiatan itu disambut meriah oleh warga. Mereka sudah memenuhi areal puskesmas sejak pagi. Camat Koto Tangah, Amritha Luthan beserta jajarannya gembira terhadap kegiatan yang diprakarsai oleh Indo Jalito. Dia gembira lantaran 120 warga kurang mampu di wilayah kerjanya terbantu. Anak-anak yang disunat itu mendapat kain sarung, tas sekolah dan uang saku.
Senada dengan Amritha, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Drg. Eka Lusti, pun menyuarakan hal yang sama. Ia mendukung penuh bakti sosial yang dilakukan Indo Jalito.
Koordinator Kegiatan Indo Jalito, Yenny Nurdin menginformasikan bahwa paket bantuan kepada anak-anak itu merupakan sumbangan dari anggota Indo Jalito. Tiap usai golf bersama, mereka badoncek. Begitu juga di arisan dan acara lain yang mereka lakukan, selain uang sosial tetap anggota. “Kami terus berupaya meningkatkan frekuensi dan jenis kegiatan. Begitu juga nilai bantuan dan jumlah anak kurang mampu yang kami bantu,” ujanya.
Sunat Sistem Laser
Uniknya, Indo Jalito membawa tim dokter sendiri. Tiga dokter inilah yang menangani 120 peserta sunatan massal. Mereka menangani sunat dengan menggunakan laser tersebut dibantu oleh paramedik Puskesmas KPIK.
Sistem ini dipilih karena para ibu dari Indo Jalito ingin memastikan bahwa hasil kerja mereka tidak menimbulkan efek samping.
“Cara ini lebih efektif. Masa penyembuhan pun lebih cepat. Jadi lebih cocok untuk kunjungan kami yang singkat ini. Kami tak ingin sekembalinya ke Jakarta ada anak yang bermasalah setelah sunatan massal,” ungkap Nunink.
Pimpinan Puskesmas KPIK, Drg Agus A. Rasyid, menyatakan kegiatan Indo Jalito secara tak langsung memberikan transfer ilmu bagi paramedik di puskesmas yang umumnya diisi oleh tenaga muda itu. Ini juga pembelajaran bagi kami untuk menangani iven besar.
(zul/406)
Indo Jalito ini yang beranggotakan kaum ibu yang peduli dengan kampung halamannya, Ranah Minang. Organisasi ini berkedudukan di Jakarta.
“Acara ini kami adakan sebagai bakti kami terhadap tanah kelahiran. Kami ingin berbagi dengan dunsanak di kampung yang kurang beruntung. Bahagia bagi kami, Indo Jalito bila bisa ikut meringankan beban para dunsanak kami,” ujar Ketua Indo Jalito periode 2012-2016, Nunink Hardiman.
Nuning menuturkan, organisasi yang dipimpinnya ini menggelar sunatan massal di tiga daerah, Pesisir Selatan, Solok dan Kota Padang. Program ini sekaitan dengan masa libur, dan masa libur biasanya dimanfaatkan masyarakat menyunat anaknya. ”Kami nilai inilah yang paling cocok dilakukan sambil melepas kerinduan kepada kampung,” ujarnya.
Kegiatan itu disambut meriah oleh warga. Mereka sudah memenuhi areal puskesmas sejak pagi. Camat Koto Tangah, Amritha Luthan beserta jajarannya gembira terhadap kegiatan yang diprakarsai oleh Indo Jalito. Dia gembira lantaran 120 warga kurang mampu di wilayah kerjanya terbantu. Anak-anak yang disunat itu mendapat kain sarung, tas sekolah dan uang saku.
Senada dengan Amritha, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Drg. Eka Lusti, pun menyuarakan hal yang sama. Ia mendukung penuh bakti sosial yang dilakukan Indo Jalito.
Koordinator Kegiatan Indo Jalito, Yenny Nurdin menginformasikan bahwa paket bantuan kepada anak-anak itu merupakan sumbangan dari anggota Indo Jalito. Tiap usai golf bersama, mereka badoncek. Begitu juga di arisan dan acara lain yang mereka lakukan, selain uang sosial tetap anggota. “Kami terus berupaya meningkatkan frekuensi dan jenis kegiatan. Begitu juga nilai bantuan dan jumlah anak kurang mampu yang kami bantu,” ujanya.
Sunat Sistem Laser
Uniknya, Indo Jalito membawa tim dokter sendiri. Tiga dokter inilah yang menangani 120 peserta sunatan massal. Mereka menangani sunat dengan menggunakan laser tersebut dibantu oleh paramedik Puskesmas KPIK.
Sistem ini dipilih karena para ibu dari Indo Jalito ingin memastikan bahwa hasil kerja mereka tidak menimbulkan efek samping.
“Cara ini lebih efektif. Masa penyembuhan pun lebih cepat. Jadi lebih cocok untuk kunjungan kami yang singkat ini. Kami tak ingin sekembalinya ke Jakarta ada anak yang bermasalah setelah sunatan massal,” ungkap Nunink.
Pimpinan Puskesmas KPIK, Drg Agus A. Rasyid, menyatakan kegiatan Indo Jalito secara tak langsung memberikan transfer ilmu bagi paramedik di puskesmas yang umumnya diisi oleh tenaga muda itu. Ini juga pembelajaran bagi kami untuk menangani iven besar.
(zul/406)



0 komentar:
Posting Komentar