Tanggal 29 June 2013
Polri dan TNI komitmen memberantas
illegal mining di Solok Selatan (Solsel), karena kegiatan itu tidak
bisa dibiarkan merajalela mengeruk kekayaaan alam daerah itu.
Kapolda Sumbar, Brigjen Nur Ali, Jumat (28/6) mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan semua dan saling bantu membantu memberantas segela bentuk penambangan liar di Solsel.
Itu telah dibuktikan dengan baru-baru ini menangkap 11 orang penambang liar di Sungai Batang Hari tersebut. Selain itu, aparat kepolisian juga mengamankan tiga unit ekskavator. “Kita komitmen, masalah illegal mining harus dibasmi, “ujar Nur Ali.
Tentang adanya dugaan oknum aparat yang bermain, kapolda akan memberikan tindakan tegas, jika yang terlibat itu anggota kepolisian. Sementara, bila oknum TNI yang terlibat akan diserahkan pada kesatuannya.
Dikatakan, TNI dan Polri terus membangun kebersamaan, menjalin kekompakan dan solidaritas agar tidak hanya tercipta antar pimpinan, namun sampai ke tingkat prajurit.
Hukum negara harus ditegakkan, penambangan emas liar yang terjadi di Solsel harus diberantas dan itupun sudah menjadi komitmen kepolisian untuk memberantas illegal logging, illegal fishing dan illegal mining.
Untuk menertibkan tambang emas liar, tidak ada istilah tebang pilih, siapa saja yang terlibat akan ditindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Sebelumnya, Danrem 032/Wirabraja, Kolonel Inf. A Rachman mengatakan TNI siap menertibkan illegal mining Solok Selatan, dengan bekerjasama dengan aparat kepolisian.
Sumber daya alam, khususnya emas di Solsel adalah kekayaan negara dan berdampak terhadap kesejahteraan orang banyak. “Kita siap membantu Polri dalam menertiban ilegal mining dan tindak kejahatan lainnya,” ujarnya. (101/408)
Kapolda Sumbar, Brigjen Nur Ali, Jumat (28/6) mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan semua dan saling bantu membantu memberantas segela bentuk penambangan liar di Solsel.
Itu telah dibuktikan dengan baru-baru ini menangkap 11 orang penambang liar di Sungai Batang Hari tersebut. Selain itu, aparat kepolisian juga mengamankan tiga unit ekskavator. “Kita komitmen, masalah illegal mining harus dibasmi, “ujar Nur Ali.
Tentang adanya dugaan oknum aparat yang bermain, kapolda akan memberikan tindakan tegas, jika yang terlibat itu anggota kepolisian. Sementara, bila oknum TNI yang terlibat akan diserahkan pada kesatuannya.
Dikatakan, TNI dan Polri terus membangun kebersamaan, menjalin kekompakan dan solidaritas agar tidak hanya tercipta antar pimpinan, namun sampai ke tingkat prajurit.
Hukum negara harus ditegakkan, penambangan emas liar yang terjadi di Solsel harus diberantas dan itupun sudah menjadi komitmen kepolisian untuk memberantas illegal logging, illegal fishing dan illegal mining.
Untuk menertibkan tambang emas liar, tidak ada istilah tebang pilih, siapa saja yang terlibat akan ditindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Sebelumnya, Danrem 032/Wirabraja, Kolonel Inf. A Rachman mengatakan TNI siap menertibkan illegal mining Solok Selatan, dengan bekerjasama dengan aparat kepolisian.
Sumber daya alam, khususnya emas di Solsel adalah kekayaan negara dan berdampak terhadap kesejahteraan orang banyak. “Kita siap membantu Polri dalam menertiban ilegal mining dan tindak kejahatan lainnya,” ujarnya. (101/408)



0 komentar:
Posting Komentar