Padang Ekspres • Sabtu, 29/06/2013 10:58 WIB • Nenengsih • 97 klik
Solsel, Padek—Masyarakat
Kabupaten Solok Selatan dihimbau hati-hati mengkonsumsi air minum.
Sebanyak 33 anak mengalami diare dan sakit perut karena diduga
keracunan air minum. Sebagian anak saat ini masih menjalani perawatan di
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solsel. Sisi lain, puluhan depot air isi
ulang di Solsel, belum mengantongi izin dari dinas kesehatan setempat.
“Kami masih menunggu hasil dari
labor dari Dinas Kesehatan Solsel. Apakah sakitnya memang karena air
minum atau karena faktor udara. Dugaan (karena air minum-red) yang
mengarah ke sana memang ada. Tapi kepastiannya kita tunggu saja dari
Dinkes. Besok (hari ini-red) hasilnya mungkin sudah sampai kepada kita,”
ungkap Direktur RSUD Solsel, Aminah Jaelani, Kamis (27/6).
Gejala yang dialami oleh pasien
menurut Aminah antara lain diare dan sakit perut. Pada umumnya pasien
tersebut adalah anak berusia di bawah 12 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Solsel
Novirman saat dikonfirmasi mengungkapkan 33 pasien yang dilaporkan
oleh pihak RSUD tersebut merupakan akumulasi jumlah pasien yang
dicurigai keracunan air minum selama dua pekan terakhir. Terhadap hal
itu, sejak Kemarin (27/6) Dinkes telah menurunkan tim untuk mengambil
sampel air di depot air isi ulang untuk di tes labor.
“Kita akan memeriksa seluruh
depot yang ada di Solsel. Sampelnya kita ambil nanti kita tes labor.
Kalau memang terbukti tidak laik sehat, maka akan segera kita
rekomendasikan depot tersebut untuk ditutup,” tegas Novirman didampingi
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)
Rossa Yulfiano dan Kasi P2PL Abdul Haris saat ditemui di ruang kerjanya.
Penutupan depot air isi ulang
nantinya akan berkoordinasi dengan SKPD terkait seperti Kantor
Pelayanan Umum dan Perizinan (KPUP), Sat Pol PP, dan Kepolisian.
Catatan Dinkes Solsel, saat ini
di Solsel terdapat 55 depot air isi ulang. Dari jumlah tersebut hanya
26 depot yang laik sehat atau telah mengantongi rekomendasi dari Dinas
Kesehatan Solsel. Sedangkan 29 lainnya belum mendapatkan sertifikat
laik sehat. Namun, 29 depot ini tetap beroperasi. Ada yang telah
beroperasi sejak dua bulan lalu, bahkan ada yang sudah beroperasi dua
tahun terakhir.
“Dari 26 yang sudah keluar rekomendasi Dinkes, 14 diantaranya habis masa berlaku,” imbuh Rossa Yulfiano.
Dinas kesehatan Solsel melalui
Puskesmas mengimbau kepada masyarakat untuk sementara waktu hanya
mengkonsumsi air yang dimasak. Bila terpaksa harus mengkonsumsi air
galon, maka air galon yang sudah dibuka masih boleh diminum hanya 1x24
jam. Dari segi fisik juga perlu dicermati apakah air tidak berbau, tidak
berasa dan tidak berwarna. “Selama belum keluar hasil labor tentang
mana depot yang airnya laik konsumsi, sebaiknya masyarakat minum air
yang dimasak sendiri di rumah,” harap Novirman.
Novirman menyayangkan ulah para
pengusaha depot yang tetap beroperasi meski tak mengantongi laik
sehat. Ada juga depot yang langsung menguji sendiri sampel airnya ke
Padang, lalu mendapatkan hasil tes labor atau rekomendasi dari labor
tersebut. Padahal, sesuai aturan, Dinkes setempatlah yang berwenang
mengeluarkan rekomendasi laik sehat. Dinkes mencurigai, bisa saja
sampel yang dibawa langsung oleh pengusaha depot ke Padang, bukanlah
sampel air yang di akan diproduksi di depot.
Dinkes juga mengingatkan bila
sebuah depot telah mengantongi laik sehat maka biasanya pada brand
akan tertera nomor laik sehat dari Dinkes. Misalnya,
nomor:090/2063/P2P-PL/LHS/Dink es/2011. (*)



0 komentar:
Posting Komentar