Solsel, Padek—Babi
hutan mengamuk di Nagari Lubuk Gadang Timur (LGT) Kecamatan Sangir,
Kabupaten Solok Selatan di waktu berbeda. Akibatnya, dua warga kritis
dan lima orang terluka diseruduk babi hutan.
Korban kritis adalah
Jusmanizar, 36, warga Bandarruntuh, Jorong Tangoakar dan Mariani, 60,
warga Jorong Sungaibakek. Sementara korban luka sedang dan ringan
adalah Sarun, 42, Jalin, 80, Yanuar, Idris, 45, dan Baidah.
Kejadian pertama pada Minggu (5/5), pukul 11.00 WIB, babi menyeruduk Jusmanizar di Bandarruntuh.
Saat itu, Jusmanizar dan tiga
orang petani perempuan lainnya sedang memanen padi. Tanpa diduga,
seekor babi hutan menyeruduknya dari belakang hingga terpental sejauh
25 meter. Tangan kanan dan kakinya digigit. Begitupun rusuk kanan dan
kirinya remuk diterjang babi.
“Bila saya tak cepat lari, mungkin nyawa saya tak tertolong,” ungkap Jusmanizar kepada Padang Ekspres
dengan meneteskan air mata. Jusmanizar ditemui warga pingsan di
irigasi. “Warga membawa saya ke rumah sakit,” sebut ibu tiga anak itu
di rumahnya Bandarruntuh.
Baidah, 49, juga diserang babi
tersebut ketika hendak membersihkan saluran irigasi. “Badan saya saya
diserang babi itu. Kalau saya tidak mengacungkan kayu ke kepala babi
itu, mungkin saya juga akan dihabisinya,” ujar Baidah dengan wajah
pucat.
Peristiwa kedua terjadi di
Sungaisalak pada Selasa (7/5), sekitar pukul 13.00. Mariani, 60, kritis
diserang babi hutan selama dua jam. “Betis kanannya dikoyak babi itu.
Telapak tangan dan jari tangan kanan putus digigit. Jari sebelah kiri
luka-luka. Pinggul dan badannya luka ringan,” ujar Munir, suami
Mariani.
Peristiwa itu terjadi ketika
Munir sedang Shalat Zuhur di pondok kebunnya di Sungaisalak. Sedangkan
istrinya, sedang mencari kayu api di kebun kopi. “Saya sempat
mendengar suara teriakan minta tolong saat sedang shalat. Usai shalat,
saya langsung memanggil istri saya, tapi tidak ada sahutan. Ketika saya
susul ke kebun kopi, saya lihat istri saya pingsan dengan tubuh
bersimbah darah,” paparnya.
Saat itu, Munir melihat babi
hutan itu lari ke arah Batang Sangir. “Saya gendong istri ke luar kebun
selama 30 menit. Kondisinya kritis. Selasa malam, dia dirujuk ke RSUP M
Djamil Padang,” kata Munir.
Pada tahun 2011 dan 2012 lalu,
di Nagari Lubuk Gadang Timur, dua warga setempat tewas diamuk babi
hutan. Yakni Kamrizal, warga Duriantanjak dan Bakar, warga
Tanjungharapan Juprizal, Ketua Pemuda Jorong Bandarruntuh kepada Padang Ekspres,
Rabu (8/5), mengatakan, puluhan warga berhasil membunuh babi hutan yang
telah meresahkan warganya di Sungaisalak dan Sungaibakek. “Babi itu
sempat menyerang puluhan warga, beruntung tujuh tombak besi itu berhasil
menusuk perut babi,” terangnya.
Kepala Jorong Gadung, Ujang
Basri mengatakan, warga membunuh babi yang berukuran besar, dengan berat
sekitar 150 kg. Saat dikepung, darah manusia yang menempel di badan
babi itu masih ada. “Warga kerahkan 200 ekor anjing dan sekitar 70 orang
warga untuk menangkap babi yang meresahkan warga daerah ini,” kata
Ujang Basri.
Direktur RSUD Solok Selatan, Yeni Sofida kepada Padang Ekspres mengatakan, belum mendapat informasi kondisi pasien yang diserang babi hutan tersebut. (mg20)



0 komentar:
Posting Komentar