Pages

Rabu, 15 Mei 2013

Babi Mengamuk, 2 Kritis, 5 Luka

Padang Ekspres • Kamis, 09/05/2013
Jusmanizar, korban babi ngamuk yang terluka telapak tangan, rusuk kanan dan kiri
Solsel, Padek—Babi hutan mengamuk di Nagari Lubuk Gadang Timur (LGT) Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan di waktu berbeda. Akibatnya, dua warga kritis dan lima orang terluka diseruduk babi hutan.

Korban kritis adalah Jus­manizar, 36, warga Bandar­runtuh, Jorong Tangoakar dan Mariani, 60, warga Jo­rong Sungai­bakek. Sementara korban luka sedang dan ringan adalah Sarun, 42, Jalin, 80, Yanuar, Idris, 45, dan Baidah.  

Kejadian pertama pada Minggu (5/5), pukul 11.00 WIB, babi me­nye­ru­duk Jusmanizar di Bandarruntuh.

Saat itu, Jusmanizar dan tiga orang petani perempuan lainnya se­­dang memanen padi. Tanpa di­duga, seekor babi hutan me­nye­ruduknya dari belakang hing­ga terpental sejauh 25 me­ter. Ta­ngan kanan dan kakinya digigit. Begitupun rusuk kanan dan kirinya remuk diterjang babi.

“Bila saya tak cepat lari, mungkin nyawa saya tak terto­long,” ungkap Jusmanizar kepa­da Padang Ekspres dengan meneteskan air mata. Jus­mani­zar ditemui warga pingsan di iri­gasi. “Warga membawa saya ke rumah sakit,” sebut ibu tiga anak itu di rumahnya Ban­dar­runtuh.

Baidah, 49, juga diserang babi tersebut ketika hendak member­sihkan saluran irigasi. “Badan saya saya diserang babi itu. Kalau saya tidak menga­cungkan kayu ke kepala babi itu, mungkin saya juga akan diha­bisinya,” ujar Baidah dengan wajah pucat.

Peristiwa kedua terjadi di Sungaisalak pada Selasa (7/5), sekitar pukul 13.00. Mariani, 60, kritis diserang babi hutan selama dua jam. “Betis kanannya diko­yak babi itu. Telapak tangan dan jari tangan kanan putus digigit. Jari sebelah kiri luka-luka. Ping­gul dan badannya luka ringan,” ujar Munir, suami Mariani.

Peristiwa itu terjadi ketika Munir sedang Shalat Zuhur di pondok kebunnya di Sungai­salak. Sedangkan istrinya, se­dang men­cari kayu api di kebun kopi. “Saya sempat mendengar suara teria­kan minta tolong saat sedang shalat. Usai shalat, saya langsung memanggil istri saya, tapi tidak ada sahutan. Ketika saya susul ke kebun kopi, saya li­hat istri saya pingsan dengan tu­buh bersim­bah darah,” pa­parnya.

Saat itu, Munir melihat babi hutan itu lari ke arah Batang Sangir. “Saya gendong istri ke luar kebun selama 30 menit. Kondisinya kritis. Selasa malam, dia dirujuk ke RSUP M Djamil Padang,” kata Munir.

Pada tahun 2011 dan 2012 lalu, di Nagari Lubuk Gadang Timur, dua warga setempat tewas diamuk babi hutan. Yakni Kamrizal, warga Duriantanjak dan Bakar, warga Tanjung­harapan Juprizal, Ketua Pemuda Jorong Bandarruntuh kepada Padang Ekspres, Rabu (8/5), mengatakan, puluhan warga berhasil membunuh babi hutan yang telah meresahkan war­ganya di Sungaisalak dan Su­ngaibakek. “Babi itu sempat menyerang puluhan warga, beruntung tujuh tombak besi itu berhasil menusuk perut babi,” terangnya.

Kepala Jorong Gadung, Ujang Basri mengatakan, warga membunuh babi yang berukuran besar, dengan berat sekitar 150 kg. Saat dikepung, darah manusia yang menempel di badan babi itu masih ada. “Warga kerahkan 200 ekor anjing dan sekitar 70 orang warga untuk menangkap babi yang meresahkan warga daerah ini,” kata Ujang Basri.

Direktur RSUD Solok Sela­tan, Yeni Sofida kepada Pa­dang Ekspres mengatakan, belum mendapat informasi kondisi pasien yang diserang babi hutan tersebut. (mg20)

0 komentar:

Posting Komentar