“Tadi saya sudah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Slovakia H E Mr Stefan Rozkopal untuk Indonesia. Beliau tertarik dengan panas bumi dan pertanian kita. Dengan luas areal pertanian kita yang besar, mereka tertarik bekerja sama dalam pengembangan gandum,” ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, kepada Padang Ekspres, di DPRD Sumbar, kemarin.
Di Sumbar, kata Irwan, ada 17 titik potensi panas bumi. Satu titik di Solok Selatan telah dikelola oleh Supreme Energy. Sedangkan dua titik yakni Gunung Talamau dan Tandikek tengah dibidik PT Hitay asal Turki. Saat ini, PT Hitay tengah melakukan survei terhadap potensi panas bumi di dua titik tersebut. “Potensi panas bumi Sumbar kan cukup banyak. Silakan, dimana nanti mereka berminat untuk berinvestasi. Untuk satu titik saja, investasinya hampir Rp7 triliun,” ujarnya.
Namun, kata Irwan untuk angka pastinya, baru dapat diketahui setelah dilakukan pengeboran. “Kalau sekarang kan masih menjajaki kerja sama. Jadi, kami belum tahu berapa nilai investasi yang akan ditanamkannya di bidang panas bumi baik itu geothermal atau PLMTH,” ucapnya.
Selain tertarikbidang panas bumi, mereka juga tertarik bekerja sama pengembangan gandum. “Di Sumbar, gandum belum begitu membudidaya. Tentu perlu kita kerja sama dengan pihak lain seperti Unand, dilakukan penelitian dan pengembangan lebih mendalam,” ujarnya.
Dubes Slovakia Stefan Rozkopal mengatakan Slovakia negara pengekspor gandum kedua di dunia. ”Di Sumbar masih banyak lahan-lahan kritis atau lahan yang terlantar dan yang tidak terpakai. Kalau ini dapat difungsikan untuk pengembangan gandum akan lebih baik,” ucapnya. (ayu)
[ Red/Administrator ]



0 komentar:
Posting Komentar