Pages

Jumat, 17 Mei 2013

DPRD Tunggu Janji Kapolda Pemberantasan Tambang Liar di Solsel

Padang Ekspres • Jumat, 17/05/2013 11:35
puluhan kapal lenting milik penambang
Padang, Padek—DPRD Sumbar menunggu jan­ji Kapolda menyeret para bos tambang emas liar (illegal mining) ke jalur hukum dan me­nertibkan lokasi pertambangan tersebut untuk dijadikan wilayah pertambangan rakyat (WPR).

“Tim Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) kan sudah terbentuk. Ya tentu kita jaga dan kita rawat apa yang sudah diucapkan bapak Kapolda bahwa dia akan menuntaskan yang namanya illegal mining dan illegal logging. Jadi kita tunggulah,” ujar Ketua DPRD Sumbar, Yultekhnil kepada wartawan, kemarin.

Dia menegaskan, WPR tidak akan bisa direalisasi bila masih ada alat berat beroperasi di lokasi tambang. Sebab, semua lokasi di daerah itu sudah diberi izin oleh bupati terdahulu. “Sekarang, tinggal bagaimana Pemkab Solsel melakukan penataan wilayah itu,” katanya.

Yultekhnil mengatakan akan terus memantau kinerja Polda dan jajarannya dalam membe­rantas tambang emas liar. “DPRD tak ingin mengin­ter­v­ensi terlalu jauh. Karena apa yang telah dilakukan Ka­pol­da nantinya akan dieva­luasi mela­lui rapat Forkopinda,” ujarnya.

Dia mengaku masih men­e­rima laporan dari masyarakat Solsel bahwa alat berat tetap beroperasi di lokasi tambang. “Alat-alat berat itu masih ada di lokasi, karena operatornya menghilang,” ungkapnya.

Menanggapi ini, Kapolda Sumbar Brigjen Pol Noer Ali mengatakan masih mem­biar­kan pertambangan rakyat. Se­dangkan untuk penambang-penambang besar ilegal yang menggunakan ekskavator, kata Kapolda, sudah diberantas walau masih ada ekskavator yang tinggal di lokasi. “Paling hanya tinggal satu atau dua es­kavator yang masih ber­ope­rasi,” akunya. (zul)

0 komentar:

Posting Komentar