Noer Ali: 4 Mei, Tambang Ilegal Harus Berhenti
Solsel, Padek—Kapolda
Sumbar Brigjen Pol Noer Ali tak bisa menyembunyikan kegeramannya
terhadap kinerja jajaran Polres Solok Selatan. Jika hingga tanggal 4 Mei
nanti Polres Solsel tidak mampu memberantas tambang liar, Kapolda
mengambil alih operasi pemberantasan illegal mining.
Instruksi itu disampaikan jenderal bintang
satu ini di hadapan Kapolres Solsel dan ratusan anak buahnya di Mapolres
Sosel, kemarin. Kapolda mengumpulkan jajarannya di Polres Solsel karena
lamban memberantas aktivitas pertambangan emas liar itu.
“ Jika tanggal 4 Mei, masih ada alat berat
di lokasi tambang, saya memimpin langsung operasi pemberantasan
tambang liar,” tegas Kapolda Noer Ali tanpa menyebut sanksi bagi
Kapolres bila gagal memberantas illegal mining itu.
Kapolda menegaskan, keterbatasan personel,
medan yang berat, serta tidak memiliki kendaraan tidak bisa dijadikan
alasan tidak tuntasnya pemberantasan tambang liar di Solsel. “Saya
tidak terima alasan apa pun, pokoknya illegal mining wajib dihapuskan. Bila ada oknum polisi bermain, siapa pun mereka saya copot,” tegas Noer Ali.
Selain Kapolres Solsel AKBP Djoko Trisulo,
Kapolda didampingi Irwasda Polda Kombes Pol Wahyudin, Karo Ops Polda
Kombes Sukardi, Direskrimsus Kombes Pol dan Direskrimum Kombes Pol
Adikarya.
Dia mewanti-wanti jajarannya agar
mengembalikan citra dan wibawa Polri di mata masyarakat dan di mata
hukum. Kapolda menegaskan polisi harus ingat tugas dasar kepolisian,
yaitu melayani dan mengayomi masyarakat, serta menegakkan hukum yang
berlaku.
“Bukan memeras, bukan pembeking, dan bukan
pelanggar aturan hukum. Polisi tidak boleh arogan yang dapat
melunturkan kepercayaan masyarakat, apalagi menyakiti masyarakat,”
katanya lantang.
Terkait dugaan oknum aparat membekingi
alat berat di Solsel, dia berjanji segera diproses dan mencopotnya bila
terbukti. “Saya sudah tahu semua, saya akan proses. Terbukti bermain,
segeralah terima sanksi abadi dari saya. Ini bukan main-main, bukan
Kapolda ganas, yang ganas ketentuan hukum yang berlaku,”
jelasnya.
Dia menegaskan, polisi harus punya komitmen
dan niat tulus mengemban tugas yang diberikan negara. Negara disusun
berdasarkan hukum, jangan hancurkan hukum itu dengan sogok-sogokan.
“Aparat tidak boleh gila duit, sehingga langgar aturan. Itu tidak
benar,” tandasnya.
“Bila kita kaya, tapi kekayaan hasil
sogokan, hidup ini tidak akan tenang. Kekayaan itu tidak akan dinikmati
selamanya. Seperti contoh Djoko Susilo, pangkat tinggi, harta banyak,
akhirnya disita dan dipenjarakan,” ujarnya mengingatkan.
Terkait adanya 20 unit ekskavator yang ditangkap di kawasan illegal mining,
peralatan kapal keruk yang ditangkap di kawasan PT Andalas Merapi
Timber (AMT), kata Noer Ali, diserahkan kepada penyidik Polda Sumbar.
Kapolda berjanji segera menuntaskan kasus
pertambangan liar di Bumi Sarantau Sasurambi, serta menyisir bersih
seluruh kawasan pertambangan emas yang telah diporak-porandakan
ekskavator dan kapal keruk sejak tiga tahun lalu.
“Bila tidak dilibas, citra dan kehormatan kepolisian akan luntur di hadapan pengusaha nakal itu,” ulasnya.
Kapolres Solok Selatan, AKBP Djoko Trisulo menyatakan siap memberantas habis-habisan para pelaku illegal mining, yang tidak mau mengeluarkan alat beratnya dari kawasan pertambangan liar.
“Kita telah menangkap 22 unit ekskavator di
Batang Hari, 2 unit masih tertahan di lumpur Batang Hari. Empat unit
dilimpahkan ke Kajari Padangaro, 8 unit dilimpahkan ke Mapolres
Dharmasraya, satu unit truk pengangkut solar, dan 12 unit ekskavator di
Mapolres Solsel. Kita telah menangani 169 kasus, 63 di antaranya
telah tuntas,” kata Kapolres.
Siapkan 7 Timpek
Secara terpisah, Bupati Solok Selatan,
Muzni Zakaria didampingi Dandim 0309 Letkol M Sigit Wijaksono
mengatakan, untuk menyisir pertambangan emas di Batang Bangko, Batang
Gumanti, Batang Hari, Alai dan Muko-Muko Pemkab Solsel akan
menyediakan 7 unit perahu timpek pada APBD Perubahan Solsel.
“Satu unit timpek tipe 125 PK seharga Rp
17-30 juta. Satu dari 7 timpek, akan saya beli dengan biaya pribadi Rp
30 juta tipe 125 PK,” ujarnya.
Muzni melanjutkan, Kamis (2/5), Komisi VII
DPR bidang pertambangan, bakal datang bersama 17 anggota rombongan ke
Solsel. Mereka akan meninjau kawasan hutan dan sungai di areal
pertambangan liar, yang telah dirusak ekskavator dan kapal keruk.
Sebelum Komisi VII DPR ke Solsel, Pemkab akan menyediakan alat
transportasi air, yakni perahu timpek.
“Kehadiran Komisi VII DPR sangat kita
harapkan, seiring pengusulan wilayah pertambangan rakyat. Pokoknya
bupati siap perang dengan illegal mining,” kata Muzni.
Sementara itu, tokoh masyarakat Solsel
mendukung tindakan tegas Kapolda memberantas penambangan emas ilegal di
Solsel. “Kita mengapresiasi tekad bulat Kapolda. Kami siap mendukung
polisi dalam operasi pemberantasan,” kata Wisran Jamil, tokoh pemuda
Solsel dalam jumpa pers, kemarin (30/4).
Dia meminta polisi peka terhadap informasi
di tengah masyarakat, terkait dugaan keterlibatan sejumlah oknum aparat
dan pejabat. “Jangan hanya penambang dan operator yang jadi korban.
Orang-orang besar di balik penambangan ilegal itu dibiarkan,” tutur
Presedium Forum Pemuda Sumbar itu.
Wakil Ketua KNPI Sumbar ini meminta Bupati
Solsel Muzni Zakaria mengevaluasi seluruh izin pertambangan emas. “Cabut
saja izin seluruh perusahaan. Setelah ada jalan keluarnya, baru lakukan
penertiban izin baru,” paparnya.
Dia meminta kekayaan Solsel harus dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat. (mg20)



0 komentar:
Posting Komentar