Pages

Rabu, 15 Mei 2013

Perbaikan Jalinsum Tuntas Akhir Mei

Pemda Sumbar Siapkan Iven Sambut TdS
Padang Ekspres • Selasa, 07/05/2013 11:49 WIB
Jalan Lintas Sumatera di Sumbar, KM 7 Sijunjung Kab Sijunjung.
Padang, Padek—Jalan lintas Su­ma­tera (jalinsum) di Sumbar banyak yang mengalami rusak parah, ter­uta­ma di Sijunjung dan Dhar­mas­raya. Meski baru diperbaiki, sudah banyak yang berlubang, bahu jalan turun dan bergelombang dari per­batasan Jambi hingga KM 9 Sialang, Dharmasraya.

Bahkan, tidak jauh di depan Kantor Bupati Dharmasraya, kon­disi jalinsum bergelombang.

Selain jalinsum, jalan dari Ala­hanpanjang ke Muaralabuh, Solok Selatan juga banyak yang hancur dan mirip kubangan kerbau. Keru­sakan jalan akibat truk melebihi tonase bebas melintas. Selain meng­ganggu kelancaran arus lalu lintas, jalan yang akan dilintasi pebalap Tour de Singkarak (TdS) itu, juga rawan kecelakaan. Kondisi itu juga mempercepat kendaraan rusak.

Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman (Prasjal Tarkim) Sumbar menargetkan per­bai­kan jalinsum tuntas  akhir Mei atau sepekan menjelang TdS pada 3-8 Juni mendatang. Untuk perce­patan perbaikan jalan, Dinas Prasjal Tarkim bekerja hingga 24 jam.

Saat ini, ada dua rute TdS ter­parah yang tengah ditangani Dinas Prasjal Tarkim. Yakni, rute Solok - Muaralabuh dan rute Sijunjung - Dharmasraya. “Saat ini perbaikan jalan tengah berlangsung. Yang rusak ringan, kami lakukan tambal sulam saja.Tapi kalau kerusakannya agak berat, harus dibuat kontrak kerja seperti di Solok -Muaralabuh dan Sijunjung - Dharmasraya,” ujar Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) TdS dari Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, Ermen kepada Padang Eks­pres kemarin (6/5).

Kerusakan paling parah terjadi di Solok – Muaralabuh, sepanjang 12 km. Jalan terse­but masuk dalam etape TdS. Sehingga, Dinas Prasjal Tar­kim berupaya mempercepat perbaikan jalan di ruas jalan tersebut. Apakah kerusakan ini akibat dilalui alat berat? “Kami tidak mau berspekulasi penye­bab kerusakan jalan itu,” ujar­nya.

Hampir seluruh jalan ru­sak yang akan dilewati TdS tengah dalam proses per­bai­kan. Ditargetkan paling lambat seminggu menjelang TdS, per­baikan jalan tuntas. “Pada 2 Juni mendatang, semuanya sudah harus bersih atau layak dilalui pebalap. Saat ini per­baikan jalan baru 75 persen. Kalau cuaca bersahabat, insya Allah target tidak meleset,” ujarnya.

Kepala Dinas Prasjal Tar­kim Sumbar, Suprapto menga­takan, tahun ini ada pening­katan jalan dari 1.100 km menjadi 2.300 km. Penam­bahan ruas jalan karena usulan kabupaten/kota.

Pemprov menargetkan se­lu­ruh proyek jalan nasional tuntas tahun ini. Mulai dari jalan nasional di Dharmasraya dan Sijunjung, Padang-Lubuk Selasih, Padang- Bypass, Kelok 9 dan Pariaman ke Airbalam. Dinas Prasjal Tarkim menda­patkan alokasi dana Rp 400 miliar. Sebanyak Rp 250 miliar  untuk bina marga dan Rp 150 miliar untuk keciptakaryaan.

Dia tidak menampik ba­nyaknya kerusakan jalan di Sumbar akibat angkutan hasil pertambangan yang melebihi kapasitas. “Makanya Pemprov getol dengan kebijakan pem­ba­tasan tonase,” ucapnya.

Setelah jalan nasional tun­tas tahun ini, akan dilakukan perbaikan seluruh jalan pro­vinsi pada tahun 2014. “Tahun ini telah dilakukan pening­katan biaya rehab atau perbai­kan jalan dari Rp 12 juta per km jadi Rp 30 juta per km. Saat ini, Sumbar termasuk salah satu provinsi yang paling baik dari segi infrastruktur jala­n­nya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Sumbar, Burhasman Bur mengklaim persiapan TdS sudah 75 per­sen. “Informasi yang kami terima, Padangpanjang akan menampilkan Festival Seram­bi Mekkah, Tanahdatar de­ngan makan bajambanya, Pa­sa­man juga telah menyiap­kan iven daerahnya,” tuturnya.

Pemprov sendiri akan meng­­gelar Fashion Carnaval Pakaian Daerah oleh para de­sainer Sumbar dalam me­ngem­bangkan ekonomi kreatif.

Saat ini, telah 17 tim dari sejumlah negara mendaftar TdS. (ayu)

0 komentar:

Posting Komentar