Pemda Sumbar Siapkan Iven Sambut TdS
Padang, Padek—Jalan
lintas Sumatera (jalinsum) di Sumbar banyak yang mengalami rusak
parah, terutama di Sijunjung dan Dharmasraya. Meski baru diperbaiki,
sudah banyak yang berlubang, bahu jalan turun dan bergelombang dari
perbatasan Jambi hingga KM 9 Sialang, Dharmasraya.
Bahkan, tidak jauh di depan Kantor Bupati Dharmasraya, kondisi jalinsum bergelombang.
Selain jalinsum, jalan dari Alahanpanjang
ke Muaralabuh, Solok Selatan juga banyak yang hancur dan mirip kubangan
kerbau. Kerusakan jalan akibat truk melebihi tonase bebas melintas.
Selain mengganggu kelancaran arus lalu lintas, jalan yang akan
dilintasi pebalap Tour de Singkarak (TdS) itu, juga rawan kecelakaan.
Kondisi itu juga mempercepat kendaraan rusak.
Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan
Permukiman (Prasjal Tarkim) Sumbar menargetkan perbaikan jalinsum
tuntas akhir Mei atau sepekan menjelang TdS pada 3-8 Juni mendatang.
Untuk percepatan perbaikan jalan, Dinas Prasjal Tarkim bekerja hingga
24 jam.
Saat ini, ada dua rute TdS terparah yang tengah ditangani Dinas
Prasjal Tarkim. Yakni, rute Solok - Muaralabuh dan rute Sijunjung -
Dharmasraya. “Saat ini perbaikan jalan tengah berlangsung. Yang rusak
ringan, kami lakukan tambal sulam saja.Tapi kalau kerusakannya agak
berat, harus dibuat kontrak kerja seperti di Solok -Muaralabuh dan
Sijunjung - Dharmasraya,” ujar Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)
TdS dari Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, Ermen kepada Padang Ekspres kemarin (6/5).
Kerusakan paling parah terjadi di Solok –
Muaralabuh, sepanjang 12 km. Jalan tersebut masuk dalam etape TdS.
Sehingga, Dinas Prasjal Tarkim berupaya mempercepat perbaikan jalan di
ruas jalan tersebut. Apakah kerusakan ini akibat dilalui alat berat?
“Kami tidak mau berspekulasi penyebab kerusakan jalan itu,” ujarnya.
Hampir seluruh jalan rusak yang akan
dilewati TdS tengah dalam proses perbaikan. Ditargetkan paling lambat
seminggu menjelang TdS, perbaikan jalan tuntas. “Pada 2 Juni mendatang,
semuanya sudah harus bersih atau layak dilalui pebalap. Saat ini
perbaikan jalan baru 75 persen. Kalau cuaca bersahabat, insya Allah target tidak meleset,” ujarnya.
Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar,
Suprapto mengatakan, tahun ini ada peningkatan jalan dari 1.100 km
menjadi 2.300 km. Penambahan ruas jalan karena usulan kabupaten/kota.
Pemprov menargetkan seluruh proyek jalan
nasional tuntas tahun ini. Mulai dari jalan nasional di Dharmasraya dan
Sijunjung, Padang-Lubuk Selasih, Padang- Bypass, Kelok 9 dan Pariaman ke
Airbalam. Dinas Prasjal Tarkim mendapatkan alokasi dana Rp 400 miliar.
Sebanyak Rp 250 miliar untuk bina marga dan Rp 150 miliar untuk
keciptakaryaan.
Dia tidak menampik banyaknya kerusakan
jalan di Sumbar akibat angkutan hasil pertambangan yang melebihi
kapasitas. “Makanya Pemprov getol dengan kebijakan pembatasan tonase,”
ucapnya.
Setelah jalan nasional tuntas tahun ini,
akan dilakukan perbaikan seluruh jalan provinsi pada tahun 2014. “Tahun
ini telah dilakukan peningkatan biaya rehab atau perbaikan jalan dari
Rp 12 juta per km jadi Rp 30 juta per km. Saat ini, Sumbar termasuk
salah satu provinsi yang paling baik dari segi infrastruktur
jalannya,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya
Sumbar, Burhasman Bur mengklaim persiapan TdS sudah 75 persen.
“Informasi yang kami terima, Padangpanjang akan menampilkan Festival
Serambi Mekkah, Tanahdatar dengan makan bajambanya, Pasaman juga
telah menyiapkan iven daerahnya,” tuturnya.
Pemprov sendiri akan menggelar Fashion
Carnaval Pakaian Daerah oleh para desainer Sumbar dalam mengembangkan
ekonomi kreatif.
Saat ini, telah 17 tim dari sejumlah negara mendaftar TdS. (ayu)



0 komentar:
Posting Komentar