Jakarta, Padek—Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya bisa bernapas lega.
Pasalnya, ujian nasional (UN) SMP/sederajat dapat dimulai
serentak kemarin (22/4), termasuk di Sumbar. Bahkan, kabar
penundaan UN di empat kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT),
ternyata tidak benar.
Keempat kabupaten di NTT dilaporkan UN-nya
ditunda, yakni Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua, Manggarai Barat, dan
Belu. Namun, informasi ini langsung dibantah Wamendikbud Musliar
Kasim. “UN perdana di NTT berjalan hari ini (kemarin, red). Silakan
ini berbicara dengan rektor Undana (Universias Nusa Cendana, red)
dan ke Kadis Provinsi NTT,” papar mantan Rektor Universitas
Andalas waktu itu berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT,
kemarin (22/4).
Rektor Undana Prof Frans Umbu Datta mengatakan, UN di empat kabupaten
itu tidak tertunda sampai sehari penuh. Melainkan diundur menjadi pukul
15.00 WITA (16.00 WIB).
Frans mengatakan, penundaan UN perdana
beberapa jam itu disebabkan karena naskah ujian baru tiba di tingkat
kabupaten pagi hari kemarin. Sehingga panitia membutuhkan waktu agak
lama membawa naskah itu ke subrayon lalu ke sekolah.
Kabar pengunduran jam mulainya UN juga
terjadi di sejumlah daerah di Bogor. Bahkan di daerah Gunung Putri,
Bogor yang tidak jauh dari kediaman Presiden SBY pelaksanaan UN juga
mengalami pengunduran hingga dua jam. “Memang benar ada penundaan jam
mulainya UN di Bogor antara satu hingga dua jam,” tutur Mendikbud
Mohammad Nuh usai sidak di sejumlah SMP di Jakarta kemarin.
Nuh mengatakan, target Kemendikbud adalah
melaksanakan UN SMP secara serentak pada 22 April. “Kenyataannya kan
memang semuanya serentak hari ini (kemarin, red). Perkara ada penundaan
beberapa jam, itu masih kita toleransi,” paparnya.
Mantan rektor ITS itu mengatakan,
pelaksanaan UN SMA hasil pengunduran dari jadwal semula (pekan lalu,
15-16/4) juga berjalan lancar. Dia mengatakan, hasil pemantauan di
sejumlah lokasi, khususnya di 11 provinsi sempat bermasalah tidak ada
gangguan yang menonjol. Dia mengakui hampir seluruh pejabat
Kemendikbud dikerahkan turun langsung memantau UN ke sejumlah daerah.
Nuh juga mengatakan, jika sampai kemarin
masih ada daerah belum menerima naskah UN hari ketiga dan kedua, tidak
perlu risau. Sebab UN hari ketiga dan kedua baru mulai dikirim dari
Jakarta Minggu lalu (21/4). Diperkirakan paling lama hari ini naskah UN
hari kedua dan ketiga sudah sampai di tingkat provinsi atau kabupaten
dan kota.
Dia mengatakan ada sejumlah pemda sempat
salah komunikasi dalam menjalankan pendistribusian naskah ujian. “Ada
pemda tidak segera mendistribusikan naskah ujian untuk daerah khusus,
yang sudah tiba lebih dulu. Mereka malah menunggu semua naskah datang,”
kata Nuh. Akibatnya pengiriman naskah ujian semakin molor.
Nuh meminta pemda teliti mengecek
kelengkapan naskah ujian. Jika sejak awal bisa dideteksi kekurangan
naskah, segera dilaporkan ke percetakan untuk dibuatkan penggantinya.
Nuh mengatakan, usai UN SMA dan SMP, dia
langsung mengevaluasi pelaksanaan UN secara menyeluruh. Di antaranya,
desakan supaya kewenangan mencetak naskah ujian dikembalikan lagi ke
pemprov. “Jangan dianggap keputusan kita tarik wewenang mencetak naskah
ini tidak ada dasarnya. Keputusan ini juga dari evaluasi desentralisasi
pencetakan naskah ujian. Selama proses pencetakan naskah ujian di
pemprov, dugaan kebocoran naskah ujian sangat besar. Kemendikbud
kesulitan mengontrol percetakan karena jumlahnya sangat banyak sekali.
Kita lihat saja nanti,” tegasnya.
UN Sumbar Lancar
Pelaksanaan UN SMP dan sederajat di Sumbar
berjalan lancar meski waswas menunggu naskah soal untuk ujian hari
kedua dan ketiga. Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh Hasan Basri
mengaku cemas naskah ujian untuk Rabu (24/4) dan Kamis (25/4), belum
sampai di Payakumbuh. “Kami baru menerima naskah ujian mata pelajaran
Bahasa Inggris untuk Selasa (23/4). Sedangkan untuk Rabu dan Kamis, kami
belum terima,” ujarnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Limapuluh
Kota. “Tapi kami sudah dapat kabar, naskah ujian akan sampai besok (hari
ini, red). Mudah-mudahan sajalah,” kata Kabid SMP/Radimas.
Sementara itu, sebanyak 84 siswa-siswi
jurusan IPS SMAN 2 Payakumbuh gagal mengikuti UN pada Senin (15/4) lalu
akibat naskah soal tak datang, melaksanakan UN susulan kemarin pagi.
Di Pesisir Selatan (Pessel), sebanyak
8.256 siswa dari 99 sekolah melaksanakan UN sesuai jadwal. Di Pasaman,
terdapat 44 siswa tak ikuti UN karena sakit dan mengundurkan diri dari
total peserta 4.303 siswa.
Di Pasaman Barat (Pasbar), terdapat 81
orang siswa tak ikut UN karena sakit dan mengundurkan diri dari total
peserta UN 6.284 orang. Sedangkan di Padangpanjang, terdapat sembilan
siswa tidak hadir UN dari 1.511 siswa.
Di Solok Selatan (Solsel), UN SLTP
dilaksanakan 37 sekolah dengan jumlah peserta 2.442 siswa. Di Solsel,
justru terjadi kelebihan naskah soal sebanyak 21 rangkap.
Anggaran Diblokir
Pada bagian lain, Kepala Badan Pengembangan
dan Penelitian (Balitbang) Kemendikbud Khairil Anwar Notodiputro
akhirnya membeber tentang tender UN. “Maaf baru sekarang, karena
sepuluh hari sepuluh malam terakhir saya mengawal percetakan,” kata
guru besar IPB itu.
Khairil mengatakan, pengumuman pemenang
lelang UN digelar pada pertengahan Februari. Tetapi pihaknya baru bisa
melaksanakan tanda tangan kontrak pada 15 Maret. Artinya terjadi
inefisiensi waktu sekitar sebulan. “Tanda tangan kontrak itu kan
menunggu anggaran DIPA Kemendikbud untuk UN dicabut bintangnya oleh
Kemenkeu,” katanya.
Seandainya setelah penetapan pemenang
lelang langsung dilakukan tanda tangan kontrak pengerjaan naskah ujian,
kasus penundaan UN bisa dicegah.
Khairil menjelaskan soal perubahan
anggaran UN dari Rp 544 miliar menjadi Rp 644 miliar. Perubahan ini
merupakan penyebab tanda bintang di anggaran UN Kemendikbud. Dia
mengatakan, awal pembahasan DIPA bersama DPR, Kemendikbud mengusulkan
anggaran UN sebesar Rp 644 miliar. Di mana Rp 100 miliar di antaranya
adalah anggaran UN SD.
“Pihak DPR meminta anggaran UN SD itu
ditransfer ke daerah langsung, jadi anggaran UN di Kemendikbud Rp 544
miliar,” paparnya. Tetapi perkembangannya, Kemendikbud dan DPR sepakat
menarik lagi anggaran UN SD tadi. (jpnn/frv/roy/eri/sih/yon/wrd/ris)



0 komentar:
Posting Komentar